| Rabu, 01 Agustus 2007 | INTERNASIONAL |
Myanmar Dikecam pada Pertemuan ASEANMANILA - Negara-negara Asia menekan Myanmar sedangkan China berjanji menjadi tetangga yang baik, saat para menteri luar negeri dari seluruh kawasan itu bertemu, kemarin. Pertemuan itu dilakukan menjelang perundingan keamanan tingkat tinggi. Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer memulai kecaman terhadap Myanmar, setelah negara itu menolak pembentukan badan hak asasi manusia regional baru. "Yang membuat saya heran tentang Burma adalah para pemimpinnya tampaknya tidak bisa merasakan dan tidak mempan terhadap pendapat dunia luar," kata Downer, mengacu pada bekas nama negara itu. "Sanksi-sanksi telah diberlakukan, kesepakatan konstruktif telah dicapai, dialog hak asasi telah diselenggarakan, kunjungan oleh utusan khusus telah dilakukan, dan ancaman telah dikeluarkan," katanya. "Namun para pemimpin Burma tidak melakukan tindakan apa-apa." Janji China Para diplomat mengatakan penolakan Myanmar itu hampir membuat Perhimpunan Asia Tenggara (ASEAN) tidak menyinggung pembentukan badan hak asasi baru dalam rancangan piagam pertamanya yang disampaikan Senin lalu. Rancangan itu mencakup badan hak asasi namun tidak memerinci bagaimana taua kapan badan itu dibentuk. Downer mendesak China dan India membantu negara terisolasi itu memulihkan demokrasi dan membebaskan aktivis Aung San Suu Kyi. Sementara itu, China kembali berjanji kekuatannya yang meningkat bukan merupakan ancaman bagi kawasan itu. Beijing bertekad menjadi tetangga yang baik bagi ASEAN pada pertemuan dengan para menteri luar negeri dari perhimpunan itu serta, Jepang, dan Korea Selatan."China komit untuk membangun hubungan tetangga dan kemitraan yang baik dengan negara-negara tetangganya dan meningkatkan kerja sama di kawasan itu," kata Menlu China Yang Jiechi.(afp-niek-26) |