| Rabu, 01 Agustus 2007 | INTERNASIONAL |
Persidangan Khmer Merah DimulaiPHNOM PENH - Kepala interogator Khmer Merah, Kang Kek Ieu alias Duch, kemarin dihadirkan di mahkamah persidangan "Ladang Pembantaian" Kamboja. Duch menjadi orang Pol Pot pertama yang diperiksa terkait kematian lebih dari 1,7 juta orang semasa era kekejaman Pol Pot. Duch mengaku melakukan berbagai kekejaman selama menjadi kepala interogator di pusat interogasi Tuol Sleng. Pusat interogasi paling brutal di Phnom Penh itu juga dikenal dengan sebutan S-21. Dia bakal menjadi saksi kunci dalam persidangan terhadap tokoh-tokoh senior Khmer Merah lainnya. Duch yang kini berusia 65 tahun mendekam di penjara militer di ibu kota Kamboja sejak 1999. Pemeriksaan oleh tim hakim berlangsung dalam pertemuan tertutup. Juru bicara mahkamah gabungan Kamboja-PBB mengatakan, Duch didampingi pengacara dan seorang penerjemah. Persidangan yang menelan biaya 56,3 juta dolar AS itu sudah lama ditunggu-tunggu pelaksanaannya. Mahkamah khusus itu dibentuk untuk mengadili kekejaman rezim Khmer Merah pada 1975-1979 di pusat penahanan di pinggiran Phnom Penh. Meregang Nyawa Namun sampai kemarin belum jelas apakah Duch akan dipindahkan ke penjara khusus sementara pemeriksaan oleh hakim internasional dan Kamboja itu berlangsung. Sedikitnya 14.000 orang yang dianggap sebagai penentang revolusi "Tahun Nol" oleh Pol Pot itu menjalani siksaan di pusat interogasi Tuol Sleng. Di antara mereka, hanya kurang dari 10 orang yang mungkin selamat dan masih hidup untuk bisa didengarkan kesaksiannya. Sebagian besar korban disiksa dan dipaksa mengakui berbagai tindak kriminal, terutama mengaku sebagai mata-mata CIA. Awal bulan ini, tim jaksa mengajukan dakwaan resmi terhadap lima tersangka. Namun, mahkamah belum bersedia mengungkap nama-nama tersangka.(rtr-gn-25) |