| Rabu, 01 Agustus 2007 | INTERNASIONAL |
Satu Lagi Sandera DibunuhARZOO - Aparat Afghanistan, kemarin, menemukan satu lagi jenazah sandera Korea Selatan yang dibunuh oleh Talib. Kelompok militan itu juga mengancam akan membunuh sandera Korsel lainnya apabila Pemerintah Afghanistan tidak membebaskan anggota Talib dari tahanan sampai Rabu ini pukul 14.30 WIB. Saat ditemukan, mayat sandera pria Korsel yang berkaca mata itu berlumuran darah dengan beberapa luka tembak. Aparat menemukannya di ladang pinggir jalan Desa Arzoo, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Ghazni. Dengan demikian, Talib masih menyandera 21 warga Korsel, termasuk 18 sandera perempuan. "Jika Pemerintah Kabul dan Korsel tidak memberikan jawaban positif atas tuntutan kami mengenai pembebasan anggota Talib dari tahanan sampai Rabu pukul 12.00 waktu setempat (14.30 WIB), kami akan mulai membunuh sandera lainnya," kata juru bicara Talib Qari Mohammad Yousuf kepada Reuters melalui telepon dari lokasi rahasia. Juru bicara Presiden Afghan mengatakan, jika pemerintah memenuhi tuntutan Talib, hal itu akan mendorong lebih banyak aksi penculikan. "Kami tidak ingin mendorong orang untuk melakukan aksi-aksi penculikan, dengan begitu saja memenuhi tuntutan mereka. Dalam situasi ini, kami akan melakukan tindakan terbaik untuk kepentingan sandera dan pemerintah," kata Humayun Hamidzada, juru bicara Presiden Hamid Karzai. Rekaman Video Televisi Al-Jazeera menayangkan rekaman video yang memperlihatkan sedikitnya tujuh sandera wanita Korsel. Mereka mengenakan kerudung dan tidak terluka. Empat di antaranya duduk di lantai, sementara tiga lainnya berdiri di samping militan. Sampai kemarin, perundingan mengenai pembebasan sandera Korsel menemui jalan buntu. Tim negosiator Afghan meminta Talib melepaskan 18 sandera wanita, sebelum pemerintah membebaskan sejumlah militan dari tahanan. Di lain pihak, Talib mendesak pemerintah untuk lebih dulu membebaskan para militan. Qari Yousuf menjelaskan, tim perunding Afghan tidak mengontak kelompok militan itu sejak sandera kedua dibunuh Senin malam lalu. Juru bicara Talib itu juga menegaskan, pihaknya mencurigai Pemerintah Afghan dan pasukan asing secara diam-diam menjalankan rencana operasi pembebasan. Mayat yang ditemukan kemarin diidentifikasi sebagai Shim Sung-min (29). Dia adalah mantan karyawan sebuah perusahaan teknologi informasi. Dia juga melakukan kegiatan sukarelawan untuk membantu orang miskin. Yousuf mengatakan, Shim ditembak karena Pemerintah Afghanistan mengabaikan tuntutan Talib. Rabu pekan lalu, Talib menewaskan seorang sandera Korsel dengan alasan sama. (rtr-ben-26) |