| Rabu, 01 Agustus 2007 | INTERNASIONAL |
Lelah Menanti Kabar dari AfghanistanBUNDANG - Kelelahan dan kesedihan tergurat jelas di wajah Ryu Haeng-sik. Pria Korea Selatan itu telah berhari-hari menunggu kabar mengenai istrinya yang diculik gerilyawan Talib di Afghanistan sejak Kamis (19/7) lalu. Berita kematian Shim Sung-min yang dibunuh Talib Senin malam lalu membuat tegang Ryu dan keluarga sandera Korsel lainnya. Ibu Shim menangis histeris begitu dia mengetahui berita tersebut. "Mengapa mereka membunuhnya?" teriaknya. "Hati saya seolah-olah telah hangus dipanggang. Saya sampai sulit makan dan tidur. Saya merasa seperti berada di neraka. Saya hanya berharap, semua ini segera berakhir," kata Ryu di Gereja Saemmul yang mengirim rombongan 23 orang Korsel itu ke Afghanistan. Para kerabat korban penculikan telah berkumpul di gereja itu selama hampir dua minggu. Mata mereka terlihat merah dan sembab. Meskipun lelah, mereka sangat antusias mengikuti berita dari televisi. Menyakitkan Banyak kalangan di Korsel mengimbau Amerika Serikat untuk campur tangan dan membantu pembebasan sandera. Ryu mengatakan istrinya, Kim Ryun-young, mencintai profesinya sebagai guru. Itulah sebabnya, Kim bergabung dengan rombongan sukarelawan Korsel untuk mendidik anak-anak di Afghanistan. Nasib putra dan putri Seo Jeung-bae juga sama dengan Kim. "Mereka pergi ke Afghanistan bukan untuk berperang. Tolonglah, jangan sampai ada pengorbanan lagi," ujar Seo. Putranya berprofesi sebagai pemangkas rambut, sementara putrinya perawat. Je Mi-sook mengatakan adik lelakinya juga disandera di Afghanistan. "Sungguh menyakitkan ketika saya mendengar Talib mengajukan tuntutan seperti itu dan mengorbankan nyawa mereka. Padahal, kita sama-sama manusia," ujar Je. Keluarga korban dan pemerintah meminta bantuan komunitas internasional. "Pengaruh Amerika terhadap Pemerintah Afghanistan sangat besar. Washington dapat menekan Kabul untuk membebaskan tahanan Talib sebagai imbalan atas pembebasan sandera Korsel," kata Kim Won-wung, anggota parlemen dari Partai Uri yang berkuasa. (rtr-ben-26) |