logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 01 Agustus 2007 EKONOMI
Line

Sekilas Ekonomi

Danamon Garap Properti

JAKARTA-Membaiknya perekonomian makro saat ini membuat PT Bank Danamon memperluas jaringan kerja sama dengan sejumlah pengembang properti. Menurut Jerry Ng, Wakil Presiden Direktur Bank Danamon di Jakarta kemarin, untuk merealisasikan hal itu, pihaknya segera mengucurkan dana untuk sektor properti hunian. Strateginya dilakukan melalui kolaborasi dengan para pemain utama dalam bisnis properti.

Kelompok pengembang properti ini, seperti Sinar Mas, Ciputra, Summarecon, Lippo, Agung Podomoro, Agung Sedayu, Pembangunan Jaya, Metropolitan Land, Djarum, Damai Putra dan Lyman. (bn-33)

Tarif Tol Naik 24 Agustus

JAKARTA-Kenaikan tarif tol paling lambat akan diumumkan 24 Agustus 2007 atau tepat dua tahun setelah pengumuman kenaikan tarif sebelumnya. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hisnu Pawenang mengatakan, angka kenaikan tarif tol berkisar 20 persen. Namun tepatnya akan disesuaikan dengan perhitungan inflasi selama dua tahun terakhir. "Seluruh ruas tol akan dinaikkan, tidak ada yang dikecualikan. Namun kisaran kenaikan akan berbeda, tergantung kondisi ruas tol di berbagai daerah," tambahnya.

Menurut dia, kisaran kenaikan tak perlu menunggu persetujuan DPR dan bisa langsung ditetapkan pemerintah sesuai UU No 38 tahun 2004 tentang jalan. Terkait beberapa ruas yang dinilai pelayanannya belum memuaskan, Hisnu menolak untuk memundurkan jadwal kenaikan tarifnya. Pasalnya, dalam UU Nomor 38/2004 mengamanatkan, setiap dua tahun sekali tarif tol dapat dinaikkan. (dtc-33)

Oli Pertamina Pimpin Pasar

JAKARTA-Ketatnya kompetisi dalam berbisnis, khususnya industri yang menggunakan mesin, termasuk transportasi, harus disikapi dengan cerdas oleh pelakunya. Dalam pemeliharaan mesin misalnya, harus memilih produk berkualitas, teruji, namun harganya wajar. Elhard Wariki, Manajer Fleet Petrochemical and Industries Pertamina Pelumas, menegaskan, saat ini pelumas Pertamina tetap memimpin pasar. "Karena produknya memenuhi kualitas dan harganya kompetitif. Jaringan distribusinya juga paling lengkap," katanya, di Jakarta, kemarin.

Herry Budi S, Asmen Pelumas Industri, produk pelumas Pertamina saat ini memenuhi standar internasional dan persyaratan pabrikan mesin. Demi mencapai kualitas pelumas yang diinginkan, Pertamina bekerja sama dengan pabrikan mesin serta pabrikan aditif pelumas terkemuka dunia. Selain itu Pertamina memiliki laboratorium riset pengembangan produk.(wa-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA