|
|
Tergelitik juga untuk berkomentar soal pernyataan mantan Wakil Ketua
MPR Zaenal Ma'arif mengenai fakta pernikahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
sebelum masuk Akabri di Magelang. Bahkan disebutkan telah memiliki anak.
Yang mengherankan, presiden menanggapi serius pernyataan tersebut dan melaporkan
sendiri ke Polda Metro Jaya. Mengapa negeri ini terus menerus diberi tontonan
yang sama sekali tidak mendidik. Mengapa kita tidak ingin mengangkat harkat
dan martabat bangsa melainkan justru cenderung melecehkan.
|
 |
Kapten kesebelasan Irak Younis Mahmoud yang Suni, menjadi pahlawan negaranya
dalam partai final Piala Asia 2007 di Stadion Utama Gelora Bung Karno,
Minggu lalu. Dia berhasil menyundul bola dari tendangan penjuru yang diambil
Hawar Mulla Mohammed yang orang Kurdi, untuk menjebol gawang Arab Saudi.
Sebelum melaju ke final, mereka menyingkirkan Korea Selatan melalui adu
penalti. Pada drama mendebarkan itu, kiper Noor Sabri Abbas yang berasal
dari golongan Syiah, menjadi kunci kemenangan. Dalam compang-camping negeri
akibat berbagai persoalan politik dan sektarianisme, terbukti persatuan
menjadi kunci terciptanya sejarah.
|
 |
Jika masih ingin memperoleh suara yang banyak, parpol harus membuat
program yang bisa dirasakan oleh rakyat. Dengan begitu, rakyat tidak akan
"muak" dengan keberadaan parpol. MAHKAMAH Konstitusi (MK)
telah memutuskan bahwa calon independen bisa mengikuti pemilihan kepala
daerah (pilkada).
|
 |
TIDAK terasa, 31 Juli 2007, atau 16 Rajab 1428 H. NU sudah berusia
84 tahun (berdiri 16 Rajab 1344). Usia yang relatif tua dan matang. Tantangan
dan rintangan yang dihadapi organisasi kaum sarungan ini semakin hari semakin
berat, baik dalam konteks agama maupun politik.
|
 |
MASIH ingatkah kita dengan apa yang pernah dikatakan oleh seorang
perintis sains eksperimental, Sir Francis Bacon, bahwa knowledge is
power, pengetahuan adalah kekuatan. Di sini sebenarnya Bacon ingin
mengungkapkan bahwa dunia pendidikan secara historis empiris selalu menjadi
instrumen para penguasa untuk mengkonsolidasi dan melegitimasi kemapanan
mereka, juga untuk melestarikan dan memperkuat status quo kekuasaan
mereka. Jika gambaran sistem pendidikan kita dewasa ini masih seperti yang
disinyalir oleh Bacon, maka kita patut berbela sungkawa.
|
 |
Saya ingin berbagi pengalaman dengan pembaca, ketika kebetulan suatu
saat dipercaya sebagai penguji wawancara para calon mahasiswa PGSD. Salah
satu item materi wawancara adalah tes yang mengungkap kemampuan berbahasa
Jawa bagi calon guru SD tersebut. Hasilnya ternyata sungguh mengundang
keprihatinan. Betapa tidak. Bisa dikatakan hampir mayoritas peserta tes berlepotan
ketika diminta mengungkapkan pikiran dan maksudnya dalam bahasa Jawa yang
notabene bahasa ibu. Jangankan memakai tataran krama inggil dan madya,
tataran ngoko saja susahnya bukan main.
|
|