logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Juli 2007 PANTURA
Line

Jalan yang Dikeruk Mulai Diperbaiki

BREBES - Ruas jalan Kota Tegal-Brebes, khususnya mulai dari Desa Kaligangsa Kulon hingga sampai ke Jl Gajah Mada, Kota Brebes, sudah dua pekan dikeruk dengan cara dikotak-kotak. Kondisi itu membahayakan pemakai jalan, terutama pengendara motor.

Sejumlah pemakai jalan kemarin mengatakan, sistem perbaikan jalan dengan membiarkan kerukan pada badan jalan terlalu lama sangat membahayakan. Sebab, selain bentuknya kotak terlalu dalam dan letaknya berpencar.

"Saya sering terjebak oleh kerukan. Pelek motor teman saya melengkung gara-gara menerjang keprasan itu," kata Andi, warga Klampok, kemarin.

Pemakai jalan meminta perbaikan jalan vital jalur pantura itu, secepatnya ditangani. Karena kalau dibiarkan terus bisa memakan korban jiwa.

Keprasan jalan terlihat di depan kantor kejaksaan ke barat, pada lajur selatan jalan. Kemudian di jembatan Kali Sigeleng, depan SMP Negeri 3 Brebes. Seterusnya ke barat sampai depan Gedung DPRD Brebes. Lebar kerukan sampai puluhan meter, dengan kedalaman 10 -15 cm.

Rusak

Kepala Tata Usaha (TU) Kantor Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Pejagan-Tegal Rusdianto SH, ketika dikonfirmasi mengatakan, pemeliharaan berkala jalan sekitar Kota Brebes ditangani rekanan PT Bumi Rejo, Tegal. Pihaknya sudah melayangkan teguran lisan dan tertulis atas pekerjaan tersebut. Namun, pihak PT Bumi Rejo mengatakan, kerukan belum bisa ditangani karena adanya kerusakan AMP (aspal mixing plant) yang dipergunakan untuk memasak aspal.

"Kami sudah menegur rekanan yang mengerjakan pemeliharaan jalan tersebut," katanya didampingi Ir Edy Gunawan MT Kepala Seksi Jalan Balai Pelaksana Teknis Wilayah Tegal.

Budi Warman dari PT Bumi Rejo mengatakan, kelambataan menutup keprasan karena alat yang dimiliki mengalami kerusakan.

"Saya tidak akan mengeruk kalau mengetahui alat AMP-nya rusak. Waktu mengeruk, alat baik, sehingga dikerjakan," paparnya kemarin.

Pihaknya tidak ada maksud menelatarkan keprasan karena hal itu menyangkut pemakai jalan. Namun karena di luar dugaan, pihaknya baru bisa menyelesaikan mulai Senin (30/7) kemarin. "Mulai Senin (30/7) ini seluruh kerukan kami tutup aspal." (wh-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA