logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Juli 2007 OLAHRAGA
Line

Misbun Waspadai Taufik

KUALA LUMPUR - Pebulutangkis nomor satu asal China, Lin Dan, boleh saja sejak awal difavoritkan memenangi Kejuaraan Dunia. Tetapi pelatih tunggal nasional Malaysia Misbun Sidek menganggap Taufik Hidayat dari Indonesia sebagai pemain yang bisa menggagalkan harapan Malaysia pada Kejuaraan Dunia di Putra Stadium, 13-19 Agustus mendatang.

Taufik, pemain ranking 10 dunia, baru-baru ini mengatakan mungkin tidak akan ambil bagian dalam Kejuaraan Dunia karena istrinya akan melahirkan. Tetapi Misbun tetap menegaskan, juara Olimpiade itu akan berusaha keras untuk meraih mahkota dunia keduanya.

Meskipun Misbun senang karena pemain asuhannya Lee Chong Wei, peringkat tiga dunia, mencapai kondisi yang diharapkan pada saat yang tepat, pelatih itu juga berhati-hati terhadap Taufik, yang bisa mengalahkan siapa pun jika ia menginginkannya.

"Sejauh pengetahuan saya, Taufik akan menjadi pemain paling berbahaya dalam Kejuaraan Dunia dan akan menjadi ancaman besar bagi setiap pebulutangkis top dalam turnamen tersebut. Apakah ia fit atau tidak, ia tampaknya bertekad besar untuk turnamen ini," kata Misbun seperti dikutip situs resmi Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM), Senin.

"Berdasarkan peringkat dunianya, Taufik diperkirakan akan bertemu salah satu empat unggulan teratas, termasuk Chong Wei, di perempatfinal dan ini akan menjadi perhatian bagi para pesaing untuk meraih gelar," tambah Misbun.

"Memiliki anak pertama akan menjadi movitasi lebih dan menjadi alasan utama baginya untuk memenangi gelar sebagai hadiah."

"Chong Wei sedang dalam kondisi baik. Faktanya ia melampaui prediksi saya dengan menunjukkan kemajuan cepat. Tetapi ia perlu meningkatkan diri. Akan bagus jika undian menempatkan Taufik dan dia pada paruh undian yang berbeda."

Pandangan sepintas atas catatan penampilan Taufik akan menunjukkan bahwa ia cenderung buruk, bahkan kadang-kadang meninggalkan pertandingan, dalam turnamen-turnamen menjelang event besar.

Taufik kalah dari pemain Hong Kong Ng Wei pada putaran ketiga Malaysia Terbuka 2004 kemudian memenangi medali emas Olimpiade Athena sebulan kemudian.

Kekalahan pemain asal Indonesia itu, 5-15, 0-15 dari Chong Wei yang akhirnya menjadi juara, di perempatfinal Malaysia Terbuka 2005 menjadi petunjuk yang menyesatkan ketika ia dengan meyakinkan mengalahkan pebulutangkis Malaysia itu di semifinal saat menuju gelar juara dunia di Anaheim beberapa pekan kemudian. (ant-28)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA