logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Juli 2007 NASIONAL
Line

Gereja sebagai Komunitas Alternatif

  • Pemberkatan Gereja St Ignatius Krapyak

SM/Budi Winarto BERKATI ALTAR: Uskup Agung Semarang Mgr Ignatius Suharyo memberkati altar dalam misa peresmian dan pemberkatan gereja St Ignatius, Krapyak, Semarang, Senin (30/7). (57)

SEMARANG- Membangun persaudaraan alternatif dan kontras menuntut keberanian untuk berubah. Persaudaraan yang dimaksud adalah terbentuknya komunitas gereja yang bangga kalau bisa melayani dan bahagia manakala mampu berbuat sesuatu yang baik untuk kepentingan bersama.

Konflik dan kekerasan diselesaikan melalui pembicaraan dan menemukan jalan keluar sesuai kehendak Tuhan. Kebenaran direalisasikan, dan keadilan ditegakkan dengan pengampunan. Itulah persaudaraan yang dijiwai oleh nilai-nilai Kristiani.

''Diucapkan memang mudah, namun sulit untuk dijalankan,'' ungkap Uskup Agung Semarang, Mgr Ignatius Suharyo dalam homilinya pada misa pemberkatan Gereja Katolik St Ignatius Krapyak, Senin (30/7) malam.

Dengan selesainya renovasi gereja tahap pertama yang dibangun di Jalan Subali Raya itu diharapkan umat menjadi dinamis dan lebih hidup dalam olah rohani, sehingga Stasi Krapyak ini menjadi gereja yang hidup dan berkembang.

''Saya bangga atas kinerja panitia pembangunan karena selama melaksanakan tugasnya tanpa perbedaan pendapat, tak ada perkelahian, saling curiga. Semua ikhlas dengan satu tujuan demi kepentingan bersama. Ini sesuatu yang kontras, dan merupakan contoh bagaimana membangun persaudaraan, dan teladan bagi pribadi, keluarga, dan komunitas,'' kata Uskup.

Dia menjelaskan, proses pembangunan itu tidak lepas dari partisipasi umat dalam bekerja sama baik antarsesama maupun dengan romo Paroki. Dengan begitu, proses pembangunan berjalan baik.

''Namun kiranya umat tidak boleh berbangga dan berhenti pada rasa puas akan bangunan gereja yang bagus ini. Tetapi berupaya agar dengan selesainya renovasi gereja ini, kehidupan rohani dan penghayatan iman semakin mendalam. Buah-buahnya pun dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar gereja ini,'' ungkapnya.

Umat diharap juga semakin mampu meninggalkan sikap eksklusivisme lalu berkembang menjadi gereja yang semakin terbuka, siap bekerja sama dengan semua pihak dan golongan untuk menangkap serta melaksanakan kehendak Allah.

Pemberkatan

Ketua Panitia Renovasi, Drs Bernardus Hardono mengemukakan biaya renovasi yang mencapai Rp 1 miliar lebih antara lain diperoleh dari sumbangan umat, donatur, serta ngamen yang dipimpin oleh Romo Yan Priyanto SY ke berbagai gereja. Panitia juga tetap akan menghimpun dana hingga renovasi selesai seratus persen.

Ketua Dewan Stasi Krapyak, R Sudarwi menambahkan, hidup, maju, dan berkembangnya stasi bukan hanya ditentukan indah dan bagusnya bangunan gereja, tetapi lebih ditentukan kesungguhan hati, keterlibatan, dan tanggapan seluruh umat yang penuh kesadaran serta kesungguhan, mau mengembangkan stasinya.

Upacara pemberkatan ini dimulai dengan arak-arakan dan pembukaan di depan pintu gereja, sebelum akhirnya dilakukan pemotongan rangkaian melati oleh Uskup.

Misa berjalan lancar, dihadiri ratusan umat dari lingkungan stasi yang berada di bawah naungan Paroki St Theresia Bongsari.

Dalam misa itu, Romo Uskup didampingi oleh lima romo, di antaranya Romo L Smit SJ, Romo Azis Admardopo SJ, Romo AM Roni SJ, dan Romo R Smit yang memberkati keseluruhan isi bangunan gereja dengan air suci.

Uskup juga memberkati paduan suara yang diberi nama ''Ignacio Choir'' dengan kkordinator Ign Benny Kristiono.

Usai misa juga dilakukan pelelangan lukisan rohani dan hasilnya akan digunakan untuk membantu penyelesaian pembangunan gereja seluas 744 m2 itu. (J14,H40, H13-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA