logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Juli 2007 SEMARANG
Line

Pemkot Prioritaskan Pembangunan Jalan Lingkar

  • Arus Semarang-Solo Lewat Kota Lebihi Batas

SALATIGA- Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang telah dibangun sepanjang 2,5 km menjadi prioritas utama Pemkot Salatiga untuk mempercepat realisasinya. Hal itu sejalan dengan upaya DPRD Kota Salatiga menganggarkan Rp 17 miliar guna keperluan pembebasan tanah sepanjang sembilan kilometer.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Ir H Saryono didampingi Kepala Inkom Drs Petrus Resi MSi menjelaskan, dalam kepemimpinan Wali Kota John Manoppo SH, penyelesaian JLS sudah menjadi prioritas utama. Ada beberapa alasan mengapa menjadi prioritas utama percepatan pembangunan jalan lingkarv selatan itu.

''Alasan pertama karena merupakan rute pengalihan arus lalu lintas Semarang-Solo yang selama ini melewati tengah kota. Berdasarkan survei Dinas Perhubungan arus di tengah kota telah melewati batas maksimum,'' kata Saryono, Senin (30/7) pagi.

Menurutnya, berdasarkan pengamatan di jalur Semarang-Solo setiap hari, kerap terjadi penumpukan kendaraan terutama kendaraan angkutan barang dan penumpang. Kalau hal tersebut tidak segera dibuat jalur pengalihan seperti JLS, maka dalam beberapa waktu mendatang, bisa terjadi kemacetan total.

''Saya lupa batas maksimal berdasarkan survei Dinas Perhubungan, tetapi dari pantauan terjadi kepadatan dan penumpukan kendaraan di jalan yang ada sekarang,'' jelasnya.

Pertimbangan lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah, konsep pembangunan kota akan lebih berhasil bila didukung oleh jalan atau jalur lalu lintas melingkar kota. Dengan adanya JLS itu, maka muncul pemusatan ekonomi baru seperti di beberapa daerah perkotaan lainnya.

''Perkembangan kota akan lebih cepat, jika didukung dengan akses jalan baru yang bisa di tempuh dari beberapa tempat dan tidak terpusat di tengah kota.''

Sejalan dengan rencana pembebasan tanah JLS sepanjang 9 km, yang umumnya masih milik warga, Pemkot memperpanjang JLS yang sudah ada sekarang ini secara bertahap. Sampai dengan saat ini JLS yang telah diaspal sekitar 2,5 km.

Tahun ini, direncanakan melanjutkan JLS sekitar 300 meter hingga 400 meter, sehingga muncul akses jalan baru dari Kelurahan Cebongan dan Randuacir.

Review JLS

Lebih lanjut Saryono mengungkapkan, rencana pembangunan JLS telah di-review oleh Pemkot melalui Bapeda dan pada akhir Oktober 2007 sudah selesai.

Dengan adanya review perencanaan itu, akan dilakukan efisiensi jalur-jalur JLS yang akan dilewati. ''Kalau sebelumnya ada jalan yang berkelok akan dibuat lurus,'' papar Saryono.

Sesuai dengan rencana pembangunan jalan lingkar selatan itu, pembebasan tanah merupakan tanggungjawab Pemkot. Sedangkan pembangunan jalan dan jembatan serta fasilitas lainnya bisa bekerja sama dengan pihak ketiga.

DPRD dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu juga telah merekomendasikan kepada Pemkot Salatiga soal percepatan pembangunan jalan lingkar itu. Terlebih lagi Wali Kota merupakan salah satu penggagas jalan itu, yakni sewaktu masih bertugas di Bapeda. (H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA