| Selasa, 31 Juli 2007 | SEMARANG |
Kondom Wanita Dikenalkan
SALATIGA- Kondom dikenal sebagai salah satu kontrasepsi bagi laki-laki, dan sangat dianjurkan pemakaiannya bagi pria suka ''jajan'' untuk menghindari penyebaran Human Immuno-Deficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno-Deficiency Syndrome (AIDS). Namun terkadang para pria hidung belang itu, enggan menggunakannya. Untuk mengantisipasi hal itu, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kota Salatiga mulai mengenalkan kondom khusus yang dibuat untuk wanita. Bentuknya nyaris sama, tetapi pemakaiannya harus dimasukkan ke dalam alat reproduksi wanita dan bisa dilepas kembali dengan mudah setelah melakukan hubungan seksual. ''Pemakaiannya mudah, sehingga semua wanita bisa menggunakannya terutama PSK untuk menghindari penyebaran HIV/AIDS,'' kata Kepala DKK dokter Suryaningsih MKes melalui Kabid P3M dokter Errytrina Whismah, kemarin. Sebagaimana diketahui, berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Salatiga mencatat korban terinfeksi HIV/AIDS sampai bulan Januari 2006 lalu sebanyak 27 orang. Seks Bebas Terbanyak korban dikarenakan penyalahgunaan jarum suntik dan seks bebas. Pada Desember 2006 korban terinfeksi telah menjadi 45 orang. Sedangkan hingga akhir Juli ini jumlah terinfeksi menjadi 56 orang, di mana tiga orang telah meninggal akibat HIV/AIDS. Antisipasi yang dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS adalah tidak berganti-ganti menggunakan jarum suntik dan menggunakan kondom. Bahkan tidak lama lagi, DKK akan mewajibkan para ''tamu'' pekerja seks komersial (PSK) di eks lokalisasi Sarirejo (Sembir) Kelurahan Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo, menggunakan kondom. Kewajiban memakai kondom bagi ''tamu'' PSK tersebut akan bekerja sama dengan mucikarinya. Seorang mucikari harus bertanggungjawab terhadap setiap PSK yang ada. (H2-16) |