logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Juli 2007 SEMARANG
Line

Pemkab Tak Punya Anggaran Khusus Droping Air

DEMAK- Pemkab Demak kemungkinan kesulitan mengedrop air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Pasalnya, tidak ada alokasi dana yang diperuntukkan bagi pos tersebut. Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi penanggulangan kekurangan air bersih yang dipimpin Plt Asisten II Setda Demak Drs H Eko Pringgolaksito, kemarin. Eko Pringgolaksito mengatakan, dalam pos APBD 2007 memang tidak ada alokasi anggaran yang dikhususkan untuk droping air. Pada tahun-tahun sebelumnya, anggaran untuk itu masuk dalam kegiatan tersendiri di bagian Kesra.

Sebenarnya APBD tahun ini Pemkab telah mengalokasikan untuk tanggap darurat sebesar Rp 500 juta. Namun, ketika APBD dievaluasi tim dari Pemprov, dana itu diminta digabungkan dengan dana tak terduga (DTT). Dengan begitu, DTT yang semula dialokasikan sebesar Rp 2 miliar menjadi Rp 2,5 miliar.

Tak Terduga

Akan tetapi, kini Pemkab kesulitan menggunakan DTT untuk penanggulangan kekurangan air bersih bagi warga. Sebab, DTT hanya bisa dipergunakan untuk bencana atau kegiatan yang sifatnya tidak terduga.

Sementara, kekurangan air bersih meski termasuk bencana yang diakibatkan kekeringan atau musim kemarau, tetap saja bukan bencana yang tidak terduga, melainkan sudah dapat diprediksi sebelumnya karena rutin terjadi setiap tahun.

''Kami akan menyampaikan hasil rapat koordinasi ini kepada bupati untuk mencari solusi terbaik,'' katanya seusai memimpin rakor.

Apabila memungkinkan, lanjut dia, Pemkab dapat mengajukan pos dana tersebut dalam perubahan anggaran berjalan atau mendahului anggaran dengan terlebih dulu mengomunikasikan dengan DPRD.

Kepala Bagian Kesra Setda Demak Drs H Taufik Rifai menuturkan, pihaknya sudah mengomunikasikan dengan Pemprov. Diperoleh keterangan, Pemprov menyanggupi membatu droping air yang diambilkan dari pos tanggap darurat. ''Kami segera mengajukan permohonan secara resmi,'' katanya.

Hingga kemarin belum ada desa yang mengajukan permintaan bantuan air bersih, termasuk sejumlah desa di Kecamatan Kebonagung yang belakangan mulai mengonsumsi air keruh dari sungai. ''Kalau ada permintaan dari desa, pasti akan langsung kami droping,'' tutur Taufik.

Pemkab telah menyiapkan 14 truk tangki untuk membantu penyaluran air kepada masyarakat yang membutuhkan. (H1-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA