| Selasa, 31 Juli 2007 | SEMARANG |
Tua Tak Berarti Loyo dan Sakit"ULANGI .... ulangi. Jangan cepat-cepat, masih belum jelas," teriak Marsinah. Nenek berumur 60 tahun itu meminta agar instruktur senam bugar lansia mengulang lagi gerakan yang diajarkannya. Siang itu, Minggu (29/7), Marsinah dari Kelompok Senam Lansia Sejahtera Kelurahan Gayamsari mengenakan kaus warna hijau pupus. Kaus lengan panjang itu tampak serasi dengan celana panjang hitam yang dikenakannya. Sebagai pemanis, sebuah topi warna hijau dikenakannya. Demikian juga dengan rambut panjangnya yang dikuncir kuda. Penampilan nenek dua cucu itu tampak jauh lebih muda dari usianya. Dari tape yang diperdengarkan keras terdengar hentakan musik. Marsinah bersama 80-an temannya sesama lanjut usia (lansia) mulai mengayunkan kaki dan tangannya sesuai gerakan Dra Rini Hukom, instruktur yang berdiri di atas panggung. Penampilan mereka bagai gadis muda yang sedang menari. Meski usia sudah lanjut, rata-rata di atas 50 tahun, para lansia dari seluruh Jawa Tengah itu tampak bersemangat mengikuti pelatihan Senam Lansia Bugar dan Senam Indonesia Jaya bagi para lansia yang diselenggarakan LSM Petania (Peduli Kesehatan Lansia) dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), di Auditorium RS Telogorejo. Keringat yang bercucuran seolah menambah semangat nenek-nenek itu untuk terus bergerak seirama dengan musik yang menghentak. Sesekali teriakan bersemangat mengiringi gerakan yang dilakukan. Menjadi tua tak berarti badan harus loyo dan sakit. Begitu kira-kira semboyan yang dianut para lansia yang masih aktif melakukan banyak kegiatan. Agar tubuh tetap sehat dan bugar, kuncinya adalah makan makanan bergizi dan melatih tubuh agar tetap bergerak secara teratur dan terukur. Senam Terbaru Marsinah contohnya, setiap minggu mengikuti senam di rumahnya. Selain aktif senam, ia juga "berolahraga" sendiri di rumahnya. "Tiap hari saya nyapu, ngepel, dan masak sendiri. Itu kan juga olahraga. Yang penting tubuh tetap bergerak," kata dia. Karena ingin sehat, Sunarti (55) melakukan hal serupa. Nenek yang masih tampak muda itu sudah lima tahun mengikuti senam lansia di lingkungannya. Rini Hukom, salah satu anggota tim pencipta senam bugar lansia 2007 sekaligus pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) mengatakan, senam bugar lansia 2007 adalah senam terbaru dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Senam yang memiliki dua versi, lomba dan latihan, dirancang sedemikian rupa agar secara psikologis dan biomekanik baik untuk lansia. (Fani Ayudea-62) |