| Selasa, 31 Juli 2007 | SEMARANG |
Pramuka Berpotensi Bantu Penanganan Rawan PanganSEMARANG - Guna mengoptimalkan pengembangan pengelolaan agribisnis pangan, pramuka berpotensi diberdayakan untuk mempercepat penanganan kerawanan, kemiskinan, dan kemandirian pangan. Demikian disampaikan Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan (BBMKP) Jateng Ir Gayatri Indah Cahyani. Di hadapan 90 peserta Pelatihan SDM Pengelolaan Agribisnis Inovasi Terknologi, yang digelar di Hotel Grasia, Semarang, belum lama ini, dia mengatakan, salah satu aktivitas yang dapat ditempuh adalah bagaimana pramuka mampu mendayagunakan diversifikasi konsumsi pangan lokal. Untuk itu, jelasnya, pramuka secara bertahap ditingkatkan pengetahuan dan kemampuannya dalam keikutsertaannya memperkuat ketahahan pangan di tingkat rumah tangga. Kegiatan itu diselenggarakan untuk membangun kemitraan pangan melalui gerakan pramuka di Jateng. Di sela-sela pelatihan, Kabid Agribisnis BBMKP Jateng Ir Agus Wariyanto SIP MM mengatakan, kegiatan itu sebagai respons positif terhadap obsesi Gubernur H Mardiyanto selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka di saat membuka Jambore Daerah XII Gerakan Pramuka Kwarda 11Jateng, di Rembang, 7 Juli lalu, tentang pembangunan pemberdayaan masyarakat. BBMKP Jateng terpanggil untuk memberikan pembekalan awal tentang pentingnya teknologi agribisnis dikaitkan dengan peluang pemberdayaan pramuka untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan agribisnis. Ketua Kwarda 11 Gerakan Pramuka Jateng Ir Mulyadi Widodo MT menyatakan, potensi dan prospek pendayagunaan gerakan pramuka dalam mengembangkan agribisnis pangan sangat tepat dan perlu didukung. Pembicara lain dalam acara sehari penuh itu, Ketua APIARI Pramuka Gringsing, Batang Ade Rojak SE, Pengurus Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Jateng I Ir Barep Sutiono MS, dan staf BPTP Jateng Kuscahyo BP MEd. (E4-62) |