| Selasa, 31 Juli 2007 | SEMARANG |
Awal Agustus, PPI Tambaklorok DikerukSEMARANG- Pembangunan PPI Tambaklorok akan dilanjutkan awal Agustus mendatang. Ada tiga pekerjaan yang akan dilakukan, yakni pengerukan kolam pelabuhan, perpanjangan dermaga ship pile (sandar labuh kapal), dan perpanjangan dermaga jetty. Menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Ida Purnomowati, pekerjaan itu dilaksanakan secara terpadu oleh tiga penyedia jasa konstruksi. Pengerukan pelabuhan dilakukan hingga 12.400 meter kubik dan menelan dana Rp 529.858. 000. Perpanjangan dermaga ship pile 43 meter Rp 595. 948.000. Sedangkan perpanjangan dermaga jetty 42 meter menghabiskan dana Rp 795.500.000. ''Untuk pengerukan pelabuhan dan perpanjangan dermaga jetty dananya dari APBD Kota Tahun 2007. Sementara, perpanjangan dermaga ship pile berasal dari dana alokasi khusus (DAK) pusat. Secara teknis pengerukan akan dilakukan terlebih dulu sebelum pemasangan tiang pancang dermaga ship pile. Sementara, tiang pancang dermaga jetty dipasang lebih dulu sebelum pelabuhan dikeruk. Kemarin sudah dilakukan rapat persiapan pelaksanaan kontrak dengan ketiga kontraktor yang memenangi tender pekerjaan. Rapat itu sebagai tindak lanjut dikeluarkannya surat perintah mulai kerja (SPMK), 25 Juli lalu. ''Sesuai dengan ketentuan rapat persiapan pelaksanaan kontrak harus dilakukan selambatnya tujuh hari setelah SPMK. Sedangkan tenggat waktu pengerjaan empat bulan sejak turunnya SPMK. Pekerjaan lapangan mulai dilakukan awal Agustus,'' kata Ida, Senin (30/7). Bisa Digunakan Pembangunan tersebut bukan kali terakhir. Masih ada pembangunan lanjutan untuk menuntaskan PPI Tambaklorok, di antaranya pernambahan panjang dermaga ship pile dan kelengkapan sarana lainnya. Kendati demikian, setelah pekerjaan tahap ini selesai, PPI Tambaklorok sudah bisa digunakan. Pengerukan kolam pelabuhan memungkinkan kapal-kapal nelayan berukuran besar berlabuh. Sementara itu, sebagai persiapan operasionalisasi PPI Tambaklorok, Dinas Kelautan dan Perikanan terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada para nelayan, baik nelayan di Tambaklorok, maupun nelayan lain dari daerah di sekitar Semarang. ''Namun, prioritas tetap pada nelayan Tambaklorok.'' Menanggapi tawaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mengembangkan PPI Tambaklorok, Ida menyambut baik. PPI punya potensi wisata cukup besar, terutama wisata bahari. Selain area memancing dan berperahu, bidang lain yang bisa digarap adalah wisata kuliner dan sentra pengolahan hasil laut. ''Dalam hal ini leading sector-nya tetap ada di Dinas Kelautan Provinsi. Pengembangan PPI Tambaklorok juga terbuka lebar untuk pihak swasta,'' tandasnya. (H6-37) |