logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 31 Juli 2007 KEDU & DIY
Line

BPOM Temukan Tujuh Produk Berformalin

YOGYAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY mengamankan tujuh produk olahan impor asal China yang beredar di sejumlah pertokoan di Yogyakarta. Ketujuh jenis produk berupa permen White Rabbit, Haw Flakes, dan manisan plum tersebut dipastikan mengandung formalin dan beberapa di antaranya tidak memiliki izin edar Depkes RI SP No. 231/10.09/96.

"Walaupun tidak menyebabkan kematian, formalin tetap berbahaya untuk dikonsumsi," ungkap Kepala Balai Besar POM, Dra Atiek Harwati, kemarin.

BPOM menggelar operasi sebagai tindak lanjut public warning dari pusat beberapa waktu lalu. Operasi digelar di berbagai wilayah Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul.

Produk Olahan

"Dari 16 toko yang dikunjungi di Yogyakarta, BPOM berhasil menemukan produk impor berbahaya itu di 14 toko. Sementara di Sleman, kami mengunjungi 24 toko dan 4 di antaranya menjual permen-permen tersebut. Kurang lebih satu kuintal produk kami amankan," tandas Atiek.

BPOM akan berupaya melakukan pengawasan lebih ketat, khususnya terhadap produk olahan impor.

Lembaga itu juga meminta masyarakat untuk melapor apabila menemukan toko yang masih menjual produk-produk berbahaya tersebut. (D19- 72)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA