logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Juli 2007 WACANA
Line

Surat Pembaca

Untuk Para Penganggur

Saya tidak tahu berapa persisnya angka pengangguran di negeri tercinta ini. Namun dari berbagai sumber paling tidak ada puluhan juta orang penganggur. Akibat sosial dari akumulasi pengangguran yang terus meningkat sungguh mengkhawatirkan semua pihak. Tak perlu lagi disebutkan apa ekses negatif dari efek pengangguran tersebut.

Saya hanya ingin memberikan alternatif untuk mengatasi atau paling tidak sebagai kataris (katup pelepas) agar para penganggur tidak terjerumus pada perbuatan tercela. Pada dasarnya, para penganggur bukanlah insan yang malas atau bodoh, saya yakin itu. Hanya saja karena pertumbuhan ekonomi begitu kecil sehingga lapangan pekerjaan yang tersedia pun sangat terbatas.

Saya ingin mempersatukan seluruh insan pengangguran di negeri ini untuk membentuk semacam "organisasi pengangguran". Mungkin seperti partai politik. Dalam wadah itulah akan bersama-sama merumuskan suatu ekonomi yang berkeadilan. Sebab, tanpa adanya keadilan ekonomi, selamanya yang akan menikmati pertumbuhan ekonomi hanyalah kaum terbatas saja.

Pengangguran hanyalah akibat dari lemahnya leadership di semua lini dan buruknya jagad perpolitikan. Selama para pemimpin dan kiprah partai politik tidak memikirkan rakyat maka rakyat akan terjebak pada berbagai kesulitan hidup.

Bila para pengangguran tidak memungkinkan membuat partai politik sendiri, mari seluruh pengangguran bersartu. Kita gandeng institusi sebagai mediator dan fasilitator untuk mencarikan jalan keluar bagi para pengangguran. Mohon pemerintah bisa menyediakan SLT dan training di bidang kewirausahaan secara praktis khususnya untuk para pengangguran.

Suprayitno (081325736405)

Jl Tlogomulyo Timur I/878, Semarang

Gagal, Sukses Tertunda

Nampaknya kualitas kenekatan anak sekarang makin meningkat. Bahkan berani mati beneran. Tidak lulus sekolah pun bisa menyebabkan si anak mengambil jalan pintas bunuh diri. Memang, hati siapa yang tidak kecewa bila dirinya gagal, sementara temann lulus sekolah. Tapi disadari atau tidak, bisa jadi orang tua turut berperan mendekatkan mereka pada pengeramatan esensi sebuah ujian.

Coba, sering ortu menakut-nakuti anak hanya untuk memaksa mereka mau belajar misalnya: malu lho kalau tidak naik kelas; awas ujian itu berat lho, apa kamu mau disalip adikmu; kamu pengen lenga-lengo kaya kebo dan sebagainya. Mungkin seringnya kalimat itu terdengar anak yang daya pikir dan daya nalarnya belum ndolor maka muncul persepsi bahwa gagal ujian sebagai aib.

Bila mereka sudah belajar mati-matian namun karena grogi sebagai akibat pemahaman sempit tentang arti sebuah ujian maka pikiran bisa buntu. Dan hasil ujian pun mengecewakan. Di sisi lain orang tua masih malu dan belum mau menerima kenyataan bila anaknya gagal ujian.

Akibatnya si anak yang sudah bingung campur tertekan akan makin tertekan secara psikologis ketika ortu secara vulgar menunjukkan kekecewaannya di hadapan anak. Maka si anak pun akan menganggap dirinya bodoh, tidak berguna, mengecewakan ayah dan ibu dan sebagainya. Si anak akan terus menyesali diri sehingga makin terpuruk.

Padahal tidak sedikit ilmuwan jenius yang waktu mudanya dulu ngah-ngoh dan pah-poh Namun berkat kesabaran ortu terutama si ibu maka anak tampil percaya diri dan mampu menunjukkan bakat laten yang sangat luar biasa yang tidak dimiliki anak normal.

Sebut misal Thomas A Edison, Einstein, Anthony Van Leuwenhock, George Cardbury, Soichiro Honda adalah orang-orang hebat yang mampu memutarbalikkan hukum sosok orang pintar. Mereka saat kecilnya pah-poh. Edison sampai remaja tidak bisa baca, Einstein mbambung, Cadbury tidak sekolah, Honda anak bodoh.

Maka di samping ortunya, sekarang para guru terutama guru BP mendapat PR baru yaitu bagaimana secara kontinyu memberi pengertian pada anak didik bahwa gagal bukan habis. Namun seperti pepatah kegagalan adalah sukses yang tertunda.

Noor Rofiq

Jl Wamena V/228, Ungaran

***

"Dream Team" Sepak Bola

Bagi pembaca yang menginginkan "Dream Team" sepak bola Indonesia dimulai kota atau daerah ini, sangat diharapkan partisipasinya, akan dibentuk wadah yang independen untuk mewujudkan impian kita bersama. Hal yang terpenting untuk mewujudkan hal tersebut sbb:

- Man Power (team selalu kompak dengan memilih striker, playmaker, center back, kiper dan lainnya dari hasil pilihan pembaca).

- Money (untuk pembinaan, penelusuran bakat stadion lengkap dengan parameter atau alat ukur).

- Machine (mesin pelontar bola, pengatur waktu kecepatan dan parameter lain).

- Mobile (informatika dan teknologi karena tehnik sepak bola selalu bergerak cepat perubahannya).

- Material (bola, kostum, sepatu dan menu gizi pemain) TV monitor latihan.

- Methode (metode diterapkan gaya Brazil dan Eropa).

- Manager terpilih atau manager football yang andal.

Untuk pembaca diharapkan ide cemerlangnya demi "Dream Team" sepak bola kita sesuai pendidikan dan kecakapannya. Pilih 1 pemain dan manager dan dikirimkan ke e-mail saya. Ada reality show dan sponsor yang akan ditentukan setelah dibentuk wadah independen. Semoga terwujud "Dream Team" sepak bola Indonesia dan menghasilkan jutaan tenaga kreatif. Jadikan anda pelaku bukan sebagai penonton.

Victor Situmorang

e-mail viemorow-07@yahoo.co.id

Tegalsari RT 3/RW 2 Karanggede, Boyolali

***

Charger Fren ZTE-C169

Pada 28 Juni 2007 saya membeli ponsel Fren ZTE-C169 di Millenia Cellular kompleks Taman Bojana, Kudus (fotokopi terlampir). Awalnya tidak ada permasalahan, namun 6 Juli 2007 (9 hari setelah pembelian), charger mati sehingga tidak bisa mengisi daya saat batere habis, padahal sejak beli saya baru menggunakan dua kali.

Esoknya saya pun komplain tapi menurut petugasnya, jika charger rusak, tidak dapat ganti karena bukan termasuk yang digaransi. Tak puas, saya komplain ke pusat layanan servis resmi di Planet Sell Kudus, namun lagi-lagi jawabannya tidak memuaskan. Saya pertanyakan kenapa charger seperti itu dijual dalam paket ponsel dan apakah Fren tidak melakukan uji kelayakan produk yang dipasarkan?.

Mohon jawaban dan kepada para pembeli ponsel Fren ZTE-C169 lebih berhati-hati, jangan sampai dirugikan seperti saya.

Y Agung Sulistiyo (08122829438)

Jati Kulon 824 RT 4/RW 5, Kudus

***

''Kekurangan'' Manusia

Manusia adalah makhluk paling beruntung, tidak saja dikaruniai jasad sempurna tetapi juga dibekali akal sebagai pembeda dengan makhluk lainnya. Tak tanggung-tanggung, manusia dijadikan khalifah, pengganti peran Tuhan di muka bumi. Dengan fasilitas akal itulah diharapkan mampu mengatur, mengelola, memberdayakan, dan menjaga kelestarian alam.

Namun, fakta menunjukkan sebaliknya. Bukan kemakmuran, kesejahteraan dan kemaslahatan yang diciptakan, melainkan kerusakan dan eksploitasi alam dalam skala berlebihan. Manusia sering mengagungkan akal padahal tidak semua problematika hidup bisa diselesaikan oleh akal.

Tanpa bimbingan wahyu, manusia dapat berbuat sewenang-wenang bahkan tak terkendali karena punya banyak "kekurangan". Pertama, kurang syukur. Tuhan berjanji akan menambah nikmat bila manusia sanggup menggunakan demi kebaikan dan manfaat. Namun, ketika diberi nikmat kebanyakan lupa daratan.

Diberi kelebihan harta malah untuk foya-foya. Diberi jabatan diselewengkan. Diberi panjang umur dihabiskan untuk mengejar dunia tanpa mempedulikan hak Tuhan yang menciptakan.

Kedua, kurang sabar. Dunia telah membutakan manusia. Untuk meraihnya acapkali tidak mengindahkan norma, etika dan asas kepatutan. Harta dan tahta yang menjadi "madu" dunia kerap diperjuangkan dengan menghalalkan segala cara. Manusia memang aneh. Ingin kaya tanpa mau usaha, ingin sukses tanpa mau kerja keras. Padahal pepatah mengatakan, jer basuki mawa bea, sapa nandur ngundhuh.

Ketiga, kurang ajar. Tuhan Maha Tahu kemaslahatan hidup manusia. Diciptakanlah rambu-rambu agar manusia selamat dunia-akherat dan diperintahkan karena ada manfaatnya serta melarang sesuatu karena ada mudaratnya. Anehnya, manusia tak henti-hentinya menerjang larangan-Nya padahal tahu dampaknya.

Fenomena merebaknya kasus korupsi, illegal logging, penyalahgunaan narkoba, perjudian, pergaulan bebas, dan minuman keras merupakan bukti nyata kenakalan manusia. Manusia adalah makhluk daif. Namun akan menjadi mulia di sisi Tuhan manakala mampu memungsikan akal dan nafsunya di bawah bimbingan wahyu.

Diutusnya para nabi dan rasul, tak lain untuk menyelamatkan manusia dari lorong kegelapan dan jurang kesesatan, kemudian secara sadar mau kembali ke fitrahnya yang asli, yaitu suci, bersih dan bersahaja.

M Anshori Rahmat SAg

Penghulu KUA Bansari, Temanggung

***

Rustriningsih

Dilamar 3 Cagub?

Jauh hari sebelum koran memberitakan wacana Bupati Kebumen masuk bursa cawagub Jateng, saya sudah mohon kepada beliau termasuk Pak Murdoko untuk tidak takut maju menjadi cagub dan cawagub dengan penuh percaya diri seperti Mas Bambang Sadono yang berani "tebar pesona" sampai wilayah Kebumen beberapa kali masuk kampung dan pesantren.

Mengapa saya berani mendorong beliau untuk maju, jauh sebelum orang ribut-ribut menjagokannya. Dalam perhitungan politis, yang bisa mengajukan calon hanya tiga partai yakni Golkar, PDI-P dan PKB (kalau kompak). Sedang PPP, PAN dan PKS sulit bersatu karena punya selera berbeda sehingga akhirnya hanya jadi penggembira atau menunggu "kasihan" dari partai yang bisa mencalonkan langsung.

Seharusnya pimpinan DPD/DPW tidak usah mengusung calon selain fungsionaris partainya sendiri. Dengan begitu pintu masuk bagi HM Tamzil, Chaerul Rasyid, Eko Budihardjo akan tertutup secara otomatis.

Jika dicermati pilgub DKI Jakarta, ternyata para politikus selain dari PKS tampak sekali ke"gamangan"nya untuk mencalonkan orang menjadi cagub.

Hal ini sebetulnya sayang sekali sebab kesempatan di depan mata dilepas begitu saja dan hanya mengharap dan menunggu "pembeli" yang mau numpang maju. Untuk itulah di Jateng saya berharap jangan meniru Jakarta. Beraninya "kroyokan" 20 partai besar/kecil melawan satu partai PKS. Sangat ironis dan memalukan.

Karenanya PDI-P jangan takut maju. Banteng mata mencereng semestinya tidak pernah mundur melawan siapa pun. Hal ini terbukti dari banyaknya bupati dan kepala desa dari orang PDI-P. Apa masih kurang yakin. Semestinya tidak, karena setiap desa pasti ada rantingnya yang dengan semangat bisa menggerakkan para pemilih mencoblos gambar Bu Rustiningsih yang sudah populer. Sekali lagi majulah Bu Rustri, rakyat mendukungmu.

M Syahri Nurwahab (0287383031).

Sekdes Candiwulan Kebumen

***

Ucapan Syukur

Saya mengucapkan syukur dan terima kasih kepada donatur dan dermawan yang telah meringankan beban biaya pendidikan bagi 2 anak saya setelah lulus dengan nilai baik di YSKI baik yang di SD dan SMP walau nunggak SPP. Untuk donatur yang ingin membantu sekolah lanjutan bagi 2 anak tersebut bisa konfirmasi ke

SMKN 7 (STM Pembangunan) Simpanglima a.n Kouw Samuel Rahadian Wijaya (anak pertama).Kemudian ke SMP YSKI Jl Sidodadi Timur 23 Semarang a.n Kouw Kevina Christiana Wijaya (anak kedua). Yayasan Sekolah Kristen Indonesia (YSKI) juga telah memberi solusi yaitu menyerahkan tanda kelulusan bagi kedua anak tersebut.

Untuk kepala SD YSKI I Jl Kompol Maksum 280 dan kepala SMP YSKI, saya ucapkan dan terima kasih. Kepada instansi pendidikan saya usul kedua kepala YSKI ini mendapat penghargaan karena kebijakannya yang memperbolehkan kedua anak saya belajar walau tanpa SPP.

Kouw Wie Hay

Jl Kedondong Dlm II/376, Semarang

***

Pencerahan Jiwa

Menyikapi kondisi saat ini yang makin sulit, beban kebutuhan, ekonomi pas-pasan dan utang, kadang membuat orang ingin mencari sarana/ikhtiar lewat berbagai cara termasuk dunia gaib, mistik dan supranatural. Tetapi justru di sinilah banyak terjadi penipuan dan karena itu jangan percaya 100% dengan cara seperti itu.

Cari cara yang nalar masuk akal. Kalau pun memakai cara gaib harus yakin dan siap gagal, jangan mau membayar mahal. Untuk itu sebagi rasa peduli, saya membuat buku pencerahan jiwa sebagai solusi menuntaskan masalah dengan cara cerdas, jelas, ragam cara dan religius seperti:

- Paduan tata cara shalat malam untuk menghadapi keadaan krisis dengan dzikir, wirid ayat kerejekian, Hizib Maqolad as Samaawaat, Hizib al Ghozali, Hizib 1000 Malaikat, asmaul husna dan lainnya termasuk cara membuat uang asma' dan menyembuhkan penyakit.

- Daya batin Illahiyah, pengamalan ilmu kekuatan batin yang bila sudah aktif bisa untuk memprogram cita-cita dan keinginan, melancarkan usaha, kewibawaan, kerezekian dan memengaruhi orang lain.

- Rahasia ritual gaib dengan khodam, mengatasi berbagai masalah hidup dengan ritual ringan. Dengan ilmu ini diharapkan tidak tertipu oleh dana gaib, bank gaib, dana langit 7 dan apa pun yang semua itu bohong dan merupakan pembodohan.

Slamet Agung Widada

Tulakan RT 6/RW 1 Keling, Jepara

***

Doa Korban

Ide Outsourcing

Teroris adalah kata yang membuat bulu kuduk seseorang jadi merinding ketakutan bahkan trauma mendengarnya. Tetapi teroris sebenarnya tak beda jauh dengan PKI. Ini hanya perulangan sejarah. Semua hanya trik untuk melanjutkan suatu golongan. Sebenarnya ada yang lebih tidak manusiawi yaitu pencetus ide outsourcing dalam perusahaan.

Sebagai korban, saya merasa tidak ada keadilan dalam bekerja, kesenjangannya terlalu jauh bahkan malu untuk berteriak 'Merdeka' pada tanggal 17 Agustus karena kenyataanya saya dijajah di negeri sendiri. Saya ingin melaporkan ke pemerintah tetapi juga menyadari karena orang pemerintahan juga kesulitan memikirkan nasibnya bila kelak sudah tidak berkuasa.

Tumpuklah harta selagi berkuasa hingga kapan mereka mau memikirkan nasib rakyat. Saya hanya berdoa : Ya Allah haramkan pintu sorga bagi pencetus dan pengguna ide outsourcing.

Sukaryanto

Karaban RT 7/RW 4 Gabus, Grobogan

***

Untuk Ajang Bisnis

Terkait proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2007/2008, di banyak sekolah negeri pada level SMP, SMK dan SMA di Kabupaten Kendal, siswa yang diterima harus daftar ulang dan otomati membayar sejumlah pungutan. Bagi orang tua murid harus pula rela membayar misal membeli 3 stel seragam, seperti yang terjadi di SMPN 1 Sukorejo dengan harga super mahal Rp 140.000.

Namun tragisnya kualitas kainnya relatif jelek. Ketika dikonfirmasi ke beberapa toko tekstil ternyata kain tersebut tidak dijual, hanya mereka punya tafsiran harga kain celana sejenis Gabardine dan bahan baju sejenis tetorone satu stel harganya pada kisaran Rp 20.000 s.d Rp 22.500. Jadi bila 3 stel berkisar antara Rp 60.000 s.di Rp 67.500 atau ada selisih Rp 80.000.

Untuk SMA Negeri 1 Sukorejo juga terjadi hal sama. Harga 3 stel seragam rata-rata Rp 313.000. Sementara harga di pasaran umum setiap stel bahan celana bermerk Catalina dan baju bermerk Hero Rp 38.000 atau Rp 114.000/3 stel. Hingga terjadi selisih harga hampir Rp 200.000/paket. Sungguh fantastik.

Sebuah sumber menduga ada intervensi dari pihak Dinas P dan K Kendal terhadap para kepala sekolah agar menjual kain seragam yang mereka drop. Kabarnya instansi tersebut ''bekerja sama'' dengan sebuah toko tekstil di Magelang. SMA tersebut juga memungut uang RAP sebesar Rp 750.000, tempo 3 bulan harus lunas.

Sungguh memprihatinkan bila pendidikan dijadikan ajang bisnis oleh para birokrat dan guru. Keinginan rakyat agar biaya pendidikan menjadi murah syukur bisa gratis harap dikubur dalam-dalam dan dijadikan saja sebagai "mimpi di siang hari bolong".

S Joko Wiyono

Sudagaran RT 5/RW I, Sukorejo


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA