| Sabtu, 28 Juli 2007 | NASIONAL |
Pesta Kembang Api dan Tamborin di MJF
GEMURUH tamborin bertalu-talu berpadu dengan gemerincing kecapi mengiringi liukan tari liong mirip gulungan ombak memenuhi panggung utama arena PRPP Tawangsari, Jumat malam (27/7). Tim liong dari Vihara Mahavira Graha Jakarta itu menjadi pembuka seremoni Mega Jateng Fair (MJF) 2007. Panggung megah dengan dukungan tata suara dan tata cahaya berkawin dengan serangkaian pentas seni dan budaya tradisional. Perhelatan itu seakan menjadi penanda ikhtiar Jateng dalam upaya mendongkrak pariwisata daerah. Panggung ini diharapkan jadi magnet bagi pengunjung. Seperti diutarakan Gubernur Mardiyanto, banyaknya event-event berskala besar mulai banyak digarap dan harus bisa berperan dalam menarik kunjungan massa. Selain MJF, dalam waktu dekat di Semarang ini, antara lain peringatan pendaratan Cheng Ho Ke-602 tahun dan Semarang Pesona Asia (SPA). Gubernur menilai banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terimbas dari berbagai pagelaran itu. Produk-produk mereka laku dijual dan bisa dimanfaatkan dalam perluasan jaringan pemasaran dan permodalan. Kemeriahan seremoni pembukaan MJF juga diperlihatkan atraksi kesenian lainnya, seperti tari Gebyar Indonesia Bersatu, Tangan Seribu Dewi Kwan Im, atraksi seni Taiko Jepang dan kesenian thek-thek Banyumas. Tak ketinggalan penampilan anak-anak dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Semarang, membawakan tari Gambang Semarang. Acara pembukaan dengan pesta kembang api berwarna-warni sebagai puncaknya itu ditonton sekitar 3 ribu orang. Selanjutnya, panggung hiburan langsung dikendalikan oleh band legendaris Koes Plus hingga larut malam. (Moh Anhar, Rukardi-77) | ||||