| Sabtu, 28 Juli 2007 | NASIONAL |
Peringatan Kudatuli Tanpa Tokoh PDI-PJAKARTA- Peringatan tragedi berdarah 27 Juli yang lebih dikenal dengan Kudatuli kemarin berlangsung tanpa kehadiran tokoh-tokoh teras Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), seperti Ketua Umumnya Megawati Soekarnoputri, Taufik Kiemas, maupun Pramono Anung. Peringatan yang digagas Forum Komunikasi Kerukunan (FKK) berlangsung di bekas kantor PDI Jalan Diponegoro 58 Jakarta hanya diikuti sekitar 30 orang dan berlangsung singkat. Pengamanan dari pihak kepolisian pun tidak terlalu ketat. Peringatan hanya diisi dengan pembacaan pernyataan yang dilanjutkan dengan tabur bunga yang diiringi lagu Gugur Bunga. Penasihat Forum Komunikasi Kerukunan, M Natsir menyatakan, FKK akan menolak pengadilan koneksitas dan mendesak diadakannya pengadilan HAM Ad Hoc. "Adanya konspirasi hukum dan politik terhadap kasus ini membuat penyelesaian masalah ini menjadi berlarut-larut. Selain itu, baik korban maupun keluarganya tidak akan memberi maaf pada pelaku," kata Natsir. Komisi Penyidikan Ketua Panitia Peringatan 27 Juli (Kudatuli), Kuncoro juga mendesak Komnas HAM untuk membentuk komisi penyidikan pelanggaran HAM. Peristiwa 27 Juli terjadi tahun 1996. Ketika itu massa dari pendukung Megawati bentrok dengan massa pendukung Soerjadi memperebutkan kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58. Akibat peristiwa tersebut, lima orang meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka. "Peristiwa itu menyebabkan banyak korban dan menimbulkan trauma bagi korban dan keluarganya. Karena itu, kami meminta Komnas HAM agar segera membentuk komisi penyidikan pelanggaran HAM agar pelakunya dapat diseret ke pengadilan HAM," ujarnya. (J22-49) |