logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Juli 2007 NASIONAL
Line

Korsel Ingin Amankan Tiket Otomatis


SM/Antara LATIHAN: Para pemain timnas Korsel, Lee Chun-soo (kiri) , Cho Jae-jin, dan Kang Min-soo (kanan) menyundul bola pada sesi latihan di Stadion Jakabaring, Palembang, Jumat (27/7). (57)

PALEMBANG- Meski bukan partai final, pelatih Korea Selatan Pim Verbeek tetap menjanjikan pertarungan menarik menghadapi Jepang dalam perebutan peringkat ketiga Piala Asia di Stadion Jakabaring Palembang, Sabtu (28/7) ini. Tim peringkat tiga akan lolos otomatis ke putaran final Piala Asia 2011, sehingga pertandingan ini -menurut Verbeek- punya arti penting.

"Saya gembira bisa kembali bertanding di Indonesia untuk berhadapan dengan Jepang. Pemain kami memang belum sepenuhnya pulih dari kelelahan. Tapi saya yakin bahwa nanti akan terjadi pertandingan menarik. Ini merupakan partai yang paling ditunggu," kata Pim Verbeek dalam jumpa pers usai sesi latihan di Jakabaring, kemarin.

"Penting untuk memastikan kami lolos otomatis ke Piala Asia 2011," tambahnya.

Para pemain Korea Selatan memang terlihat masih diliputi kelelahan ketika tiba di Palembang sekitar pukul 22.00 WIB. Lee Choong-soo dkk hanya latihan ringan sekitar 1,5 jam dengan penekanan pada permainan umpan-umpan pendek dan kekompakan tim.

Kepada wartawan yang sebagian besar berasal dari Korea Selatan dan Jepang, Verbeek mengatakan keyakinannya bahwa seluruh pemain mampu untuk mengatasi beban psikologis setelah menjalani dua pertandingan terakhir yang keduanya harus ditentukan melalui adu penalti. "Saya memahami kondisi mental pemain dan saya sudah lama berada di Korea, jadi saya mengerti bagaimana karakter mereka. Saya punya pemain hebat dan semua siap untuk memberikan yang terbaik untuk rakyat Korea. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," katanya.

Adaptasi

Kembali bertanding di Indonesia, menurut pria Belanda berusia 51 tahun itu, akan memberikan keuntungan tersendiri baginya. Setidaknya mereka lebih bisa beradaptasi dibandingkan Jepang. Korea Selatan telah menjalani tiga pertandingan penyisihan Grup D di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, sebelum tampil di perempat final di Kuala Lumpur menghadapi Iran.

Sementara Jepang menjalani pertandingan penyisihan Grup B di Stadion My Dinh Hanoi, Vietnam, stadion yang arsitekturnya mirip Stadion Jakabaring.

Verbeek menolak anggapan bahwa timnya tidak mempunyai the winning team karena kehilangan beberapa pemain bintang yang cedera. Menurut dia, 24 pemain termasuk tiga kiper yang dibawa ke Indonesia adalah yang terbaik. "Kami memiliki pemain hebat. Tidak ada masalah dengan rotasi pemain. Saya tetap akan mengubah susunan tim selama itu saya anggap bisa membuat tim yang lebih tangguh," katanya.

Korea tiba di Stadion Jakabaring dan langsung melakukan latihan mulai pukul 16.40, terlambat sepuluh menit dari jadwal semula. Sementara Jepang baru memulai latihan sekitar pukul 21.30.

Meski hanya pertandingan perebutan tempat ketiga, pertarungan antara juara bertahan Jepang dengan Korea Selatan tersebut disebut-sebut sebagai final ideal karena reputasi kedua negara yang tidak hanya papan atas Asia, tapi juga di Piala Dunia.

Menurut rencana, pertandingan disaksikan langsung dua petinggi sepak bola dunia, yaitu Presiden FIFA Sepp Blatter dan Presiden AFC Mohammed Bin Hammam.

Sementara final yang mempertemukan dua tim Asia Barat, Arab Saudi dan Irak, akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (29/7) dan kemungkinan disaksikan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (wgm-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA