| Sabtu, 28 Juli 2007 | NASIONAL |
John Howard: Bodoh kalau Tak Tahu Hukum IndonesiaNUSA DUA-Pemerintah Australia kembali mengingatkan warganya untuk tidak bermain-main dengan hukum di Indonesia. Kasus Bali Nine harus menjadi pelajaran berharga. "Kalau ada WN Australia yang berpura-pura tidak tahu betapa tegasnya hukum di Indonesia itu adalah sikap yang bodoh," tegas PM Australia John Howard dalam jumpa pers bersama Presiden SBY di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Jumat (27/7/2007). Howard mengingatkan warganya, hukum di Australia tidak berlaku di Indonesia. "Jangan mengacau hukum di negara lain karena bukan berarti hukum negara kita (Australia) berlaku di negara lain," imbuhnya. Kasus Bali Nine yang melibatkan 9 WN Australia memang menjadi perhatian pemerintah Negeri Kangguru. Namun Howard memastikan pemerintahnya tidak akan melakukan intervensi. "Saya belum berbicara permintaan grasi kepada SBY, karena saat ini belum waktunya serta masih dalam proses hukum," ujarnya. Australia kerap mengeluarkan travel warning bagi warga negaranya yang hendak berkunjung ke Indonesia. Menurut PM Australia John Howard, pemerintahnya hanya sebatas mengingatkan warganya. "Saya tidak percaya kalau orang menginterpretasikan travel warning sebagai sikap pemerintah Australia yang tidak ramah," ujarnya. Menurut Howard, pemerintah Australia wajib memberikan peringatan terhadap warganya jika memiliki informasi. Pemerintah lain pun, lanjut Howard, akan melakukan hal yang sama. "Bagaimana warga kami menanggapi, itu adalah hak masing-masing individu. Tapi bukan berarti kami meninggalkan kewajiban kami," kata Howard. Dalam kesempatan yang sama Presiden SBY menegaskan, pemerintah mengembangkan kerja sama dengan Australia untuk mencegah kejahatan lintas negara terutama narkoba. Penghormatan terhadap hukum masing-masing, berarti mendukung tegasnya penindakan hukum. ''Kami mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan generasi muda kami dari narkoba," kata SBY. Abaikan Travel Warning Aturan seharusnya ditaati. Tetapi tidak bagi PM Australia John Howard yang kerap mengeluarkan travel warning ke Indonesia. Dia justru mengabaikan putusan yang dibuatnya sendiri. Buktinya, Howard kemarin berada di Bali. "Ini aneh, Howard seolah-olah mengabaikan travel warning yang dibuatnya. Tidak konsisten!,'' kata anggota DPR Yusron Ihza Mahendra, kemarin. Yusron meminta pemerintah Australia sebaiknya tidak sering membuat pernyataan yang memberikan image kurang baik bagi Indonesia. "Hak semua negara melindungi warganya, tetapi harus akurasi. Mereka pun harus memikirkan efek buruk yang merugikan negara lain. Hal semacam ini harus dihindari. Sebagai negara yang bertetangga harusnya saling menjaga perasaan," terang dia. Adik mantan Mensesneg Yusril Ihza Mehendra ini mengharapkan Presiden SBY harus tegas dalam pertemuan bilateral dengan Howard.(dtc-41) |