logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Juli 2007 MURIA
Line

Permen White Rabbit Masih Dipajang

REMBANG - Permen White Rabbit yang diduga mengandung formalin hingga Jumat (27/7) masih terpajang di sejumlah toko. Sedangkan sejumlah merek pasta gigi dari China tidak lagi ada di pasaran.

Dari pengamatan Suara Merdeka, permen White Rabbit itu dibandrol dengan harga Rp 4.000 per bungkus berisi 20 permen. Meski masih memajang permen itu di rak-rak, namun sejumlah toko melarang konsumen untuk membelinya.

Sebuah toko di Jalan Wahidin misalnya, ketika Suara Merdeka mencoba hendak membeli permen tersebut, pramuniaga menyatakan permen itu tidak untuk dijual lagi. "Sore nanti (kemarin sore-Red) permen itu akan dimasukkan ke gudang karena mengandung formalin," katanya.

Sedangkan di Toko Ping yang terletak di Jalan Soetomo, pemiliknya Yudi mengaku sudah dari pagi langsung memusnahkan permen itu. "Begitu membaca media massa bahwa permen itu mengandung formalin, kami langsung menarik dan memusnahkan permen itu. Kami tidak lagi menjual permen itu," katanya.

Dia mengatakan, selama ini banyak konsumen yang menggemari permen White Rabbit itu. "Rasanya manis susu. Saya juga terkadang memakan permen itu, karena cukup enak rasanya," tuturnya.

Dia mengaku di Kabupaten Rembang hanya ada permen White Rabbit saja. Permen lain yang masuk dalam daftar permen mengandung formalin yang dikeluarkan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), seperti Creamy Candy, Kiamboy, Classic Candy, manisan plum dan Black Currant belum pernah ditemuinya dijual di toko-toko di Rembang. (H19-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA