logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Juli 2007 MURIA
Line

Tanah Dasar Waduk Dijadikan Sawah

BLORA- Penurunan debit air di Waduk Tempuran menyebabkan sebagian tanah di dasar waduk kelihatan. Kondisi itu menjadi berkah bagi sebagian petani setempat. Mereka memanfaatkannya sebagai lahan pertanian.

"Saat ini sawah tiban itu belum begitu luas. Kira-kira baru 100 meter persegi. Kami baru memanfaatkan pinggiran dasar waduk untuk ditanami jagung dan cabai," ujar Rejo, seorang warga Desa Tempuran, Kecamatan Blora, kemarin.

Penyusutan air di Waduk Tempuran terjadi hampir setiap tahun. Pada saat itu sejumlah warga memanfaatkan tanah dasar waduk sebagai lahan pertanian. Mereka mencangkul dan membajak dasar waduk. Di antara petani sudah ada yang menanami. "Jagung ini sudah berumur sekitar dua minggu," katanya.

Wagimin, petani lain mengatakan, setiap tahun selalu memperoleh "kavelingan" lahan pertanian di dasar waduk. Warga di sekitar waduk telah mempunyai kesepakatan mengenai letak dan luas kaveling lahan pertanian itu. "Kami sama-sama mengerti di mana tempat tanam. Tidak pernah ada perselisihan menyangkut pembagian lahan pertanian ini," katanya.

Untuk menyirami tanaman palawija yang telah ditanam, mereka memanfaatkan sisa air waduk. Ia berharap, tanaman jagung di lahan yang baru dibukanya itu dapat berkembang dengan baik agar hasilnya bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. "Tahun lalu hasilnya cukup lumayan. Cukup untuk tambahan makan dan minum," katanya.(H18-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA