| Sabtu, 28 Juli 2007 | SEMARANG |
Buruh Diminta Tak Mudah DiprovokasiUNGARAN- Serikat pekerja, para buruh dan pekerja hendaknya jangan mudah diprovokasi untuk melakukan demonstrasi, saat menuntut kepada perusahaan. Sebab, hal itu bisa merugikan mereka sendiri. ''Jangan mudah dipancing pihak ketiga. Kalau ingin menuntut perubahan nasib sampaikan dengan baik kepada pimpinan perusahaan. Caranya lewat perundingan, sehingga hasilnya lebih baik, daripada melakukan demo,'' kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno saat meninjau pabrik PT Jamu Sido Muncul, di Ungaran, kemarin. Dia meminta para pimpinan perusahaan dan buruh agar mengembangkan budaya dialog, sehingga terjalin komunikasi intensif. Dia yakin kalau budaya itu dikembangkan, bisa mengurangi aksi demo buruh yang kerap terjadi akhir-akhir ini. ''Tolong jangan sampai buruh kita dinilai anarkis oleh investor luar negeri. Sebab, investor yang akan menanamkan modalnya di sini menjadi takut. Kalau begini yang rugi kan kita semua,'' ujarnya. Kalau para investor lari ke luar negeri yang rugi tidak hanya para buruh, tetapi juga negara. Sebab, modal mereka dipindah dan pabrik ditutup. Dalam kunjungan itu, Menakertrans yang didampingi Direktur Pabrik Suhadi dan Humas Nanik, meninjau lokasi pabrik dan sempat berialog dengan para pekerja. Saat melihat proses produksi jamu, Menakertrans juga berpesan kepada para buruh agar selalu memakai masker saat bekerja. Menakertrans bahkan sempat melihat bahan baku khusus jamu kejantanan. Kesejahteraan Buruh Menakertrans menjelaskan, kunjungan itu dalam rangka melihat kesejahteraan buruh di perusahaan jamu terbesar di Indonesia itu. ''Kalau dihitung tak kurang dari 3.000 buruh menggantungkan nasibnya di sini. Sedangkan kalau melibatkan petani, tak kurang dari 100 ribu orang,'' katanya. Dia menilai hubungan industrial buruh dan perusahaan PT Jamu Sido Muncul sangat baik. Karena itu, dia mengharapkan bisa menjadi contoh perusahaan lain. ''Saya datang tidak hanya pada perusahaan besar tetapi juga perusahaan kecil. Ini perlu karena sebagai pembanding kesejahteraan buruh,'' tandasnya. Selain itu, juga untuk mencari masukan dalam rangka untuk bahan pembuatan hubungan industrian nasional. (D14-16) |