| Sabtu, 28 Juli 2007 | SEMARANG |
UPK Kecamatan WonosalamDampingi Industri Kecil, Bantu Modal UsahaDEMAK - Kebedaraan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Kecamatan Wonosalam telah dirasakan manfatnya bagi industri kecil di wilayah tersebut. Pasalnya, lembaga tersebut bukan hanya memberikan pinjaman modal tetapi juga melakukan pendampingan dan pembinaan. Langkah tersebut menjadikan sejumlah industri kecil dapat berkembang dengan baik dan mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing. Sedikitnya ada 10 usaha kecil di sepuluh desa binaannya yang kini menghasilkan produk unggulan. Yakni Desa Kalianyar dengan kaligrafi bahan kuningan, Trengguli (wingko babat), Botorejo (cincau, tahu bakso), Wonosalam (bordir), Karangrejo (wingko babat), Getas (telur asin), Doreng (krupuk tayamum) Sidomulyo dengan perkebunan jambu airnya, Mranak (jambu air) dan Kendaldoyong (kaligrafi). Kepala Bidang Kerja Sama Antardesa, Wahyu Priyono menjelaskan, UPK memiliki visi membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan dengan pola pemberdayaan masyarakat. Selain melakukan pembinaan terhadap pelaku bisnis dari warga, pihaknya juga memberikan pinjaman modal. Selama ini telah tersalurkan dana yang dipinjamkan sebesar Rp 8,5 miliar lebih. Dana itu dipergunakan untuk mendukung kemajuan perekonomian warga di Kecamatan Wonosalam. ''Ke depan, kami terus melakukan penambahan usaha binaan untuk mendorong kemajuan perekonomian yang berbasis ekonomi kerakyatan,'' katanya di sela-sela acara peringatan Hari Anak Nasional yang digelar UPK PPK di balai Desa Wonosalam, kemarin. Dalam acara itu diberikan santunan kepada 180 siswa SD/MI berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Penyerahan bantuan dilakukan Hj Hermini Tafta Zani disaksikan Camat Krisbintoro. (H1-16) |