| Sabtu, 28 Juli 2007 | SEMARANG |
Ditinggal Kerja, Motor di Dinkes RaibSEMARANG - Agus Kunsaeri (48), warga Jl Bukit Ngaliyan Permai A, kehilangan sepeda motor Honda Supra 125 H-2669-LW saat diparkir di Kantor Dinas Kesehatan, Jl Piere Tendean 24. PNS yang juga bekerja di kantor itu melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolwiltabes Semarang, Jumat (27/7). Kepada petugas, Agus menuturkan, kejadian itu berlangsung pada Senin (23/7) sekitar pukul 11.30, saat hendak menjemput anaknya dari sekolah. ''Seperti biasa, saya berangkat pada pukul 07.00, kemudian memarkir kendaraan di lokasi parkir khusus pegawai. Siang sekitar pukul 11.30, saat hendak keluar kantor untuk menjemput anak, motor sudah tidak ada di parkiran,'' katanya. Padahal, motor berwarna biru kombinasi perak itu telah dikunci stang. Dijelaskan, setiap kendaraan yang masuk ke Kantor Dinas Kesehatan diberikan tiket parkir oleh petugas jaga. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi para pegawainya. ''Kalau tamu atau pengunjung memang diberikan karcis parkir. Namun untuk pegawai tidak. Sebab, biasanya penjaga parkir mengetahui atau mengenali kendaraan milik para pegawai,'' jelas Agus. Ditanya mengenai terlambatnya laporan kehilangan, korban mengungkapkan, hal itu karena dia masih berharap menemukan motornya. ''Saya berusaha mencari sendiri. Sebab, saya yakin pencurinya kerap berada di sekitar lokasi tempat kejadian perkara,'' kata dia. Namun karena sudah lima hari tidak berhasil mendapatkan informasi mengenai keberadaan motor miliknya, Agus melaporkan kejadian tersebut ke Mapolwiltabes. Di tempat terpisah, kasus pencurian kendaraan bermotor juga dialami mahasiswa, Nurul Burhal (20), warga RT 1 RW 1, Kelurahan Rajek, Kecamatan Godong, Grobogan. Korban kehilangan Yamaha Yupiter Z K-4077-BF, Kamis (26/7), saat diparkir di depan rumah kosnya di Jl Gergaji Klopo, Semarang. (H40,H21-18) |