| Sabtu, 28 Juli 2007 | SEMARANG |
SUDUT PANDANGPernah Ditolak WarganyaMENJADI orang nomor satu di Kecamatan Semarang Utara bisa dibilang gampang-gampang susah. Hal itu dirasakan Camat Surachman SIP. Apa pasal? Ya, warga di sini yang tinggal di sembilan kelurahan benar-benar heterogen. Untuk warga di Kelurahan Panggung Lor dan sebagaian Plombokan, bisa dibilang orangnya sangat super sibuk, sehingga interaksi antartetangga terasa kurang. Sedangkan di kelurahan Kuningan, Bandarharjo, Tanjungmas, masyarakat sering menganggap wilayahnya merupakan kawasan yang mendapat penilaian ''miring''. Sementara Kelurahan Dadapsari dan Panggung Kidul interaksi antarwarga masih lebih baik. "Walau saya seorang camat, saya juga pernah ditolak warga saya sendiri," katanya belum lama ini. Dia menjelaskan, saat itu pihaknya melakukan pemantauan jentik nyamuk di rumah-rumah warga di kawasan Pondok Indraprasta. Ketika mengetuk pintu rumah salah seorang warga, pemilik rumah langsung menolak kedatangan Surachman bersama sejumlah anggotanya. "Pemilik rumah mengatakan tidak usah pak, kamar mandi rumah saya tidak usah diperiksa," katanya. Dia sudah mengatakan dirinya adalah camat di wilayah Semarang Utara. "Setelah saya menjelaskan bahwa saya camat di sini, pemilik rumah langsung mempersilahkan masuk," ujarnya. Dia mengatakan, hal itu bisa saja terjadi, mungkin karena kurangnya interaksi antarwarga. "Namun penolakan itu merupakan salah satu pengamalan yang cukup mengesankan selama saya bertugas di sini," kata dia. (Rosyid Ridho-18) |