| Sabtu, 28 Juli 2007 | KEDU & DIY |
Sejak Operasi PSK, Pengunjung Parangtritis AnjlokBANTUL - Petugas Polres Bantul kecewa karena dalam operasi pemberantasan pekerja seks komersial (PSK) yang dilakukan Kamis (26/7) malam di kawasan objek wisata Pantai Parangkusumo, hanya menjaring satu waria yang saat itu sedang jalan-jalan di sana. Namun oleh petugas akhirnya waria tersebut dilepaskan kembali, setelah sebelumnya diketahui identitasnya lengkap dan diminta untuk tidak melakukan praktik asusila lagi di kawasan tersebut. Setelah dilepas, waria itu langsung berganti pakaian layaknya lelaki pada umumnya. Operasi tersebut tampaknya bocor sehingga tidak ada satu pun PSK yang beraktivitas di kawasan itu. Meski petugas sudah berkeliling ke berbagai warung ataupun menyusuri pantai, namun tidak ditemukan PSK yang biasa mangkal di tempat itu. "Walaupun malam ini kami belum berhasil menangkap mereka, bukan berarti operasi kita hentikan. Operasi ini tetap akan kami lakukan terus,'' kata salah seorang perwira polisi yang enggan disebutkan jati dirinya di sela-sela menjalankan operasi. Dalam operasi yang dimulai pukul 22.00 hingga tengah malam itu, petugas membawa tiga truk polisi. Satu truk berisi petugas, sedangkan dua truk lainnya kosong. Namun karena dalam operasi itu tidak ditemui PSK maka petugas langsung merapat ke Polres. Sebelumnya, Senin (17/7), aparat Polres bersama Satpol PP Pemkab juga merazia kawasan itu. Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan 134 PSK dan germo serta pemilik warung yang sengaja menampung PSK. Menunggu Sidang Para PSK dan germo yang berhasil diciduk, langsung diajukan ke pengadilan dengan tuduhan melakukan pelanggaran tindak pidana ringan (tipiring). Namun hingga kini masih ada yang ditahan di Polres sambil menunggu sidang. Sementara itu, pemilik warung dan losmen di sana mengeluh dengan adanya operasi tersebut. Menurut Ny Mujirah penjual warung angkringan, sejak PSK dirazia objek wisata itu sepi pengunjung. ''Sebelum ada operasi ramai pengunjung Mas, tapi beberapa hari ini sepi,'' katanya. Menurut dia, operasi itu tidak hanya pada malam hari saja, tetapi juga dilakukan pada siang hari. Bahkan, lanjut dia, apabila ada warung yang menyediakan PSK juga turut digaruk. Selain itu, para pemilik losmen bila menyewakan kamarnya juga turut diangkut. ''Sekarang ini betul-betul repot, karena pendapatan kita langsung turun drastis. Sebab kamar yang kami sewakan juga turut dipantau,'' tutur Budi, pemilik penginapan di kawasan Parangkusumo. Petugas TPR juga mengeluh karena sejak operasi ditingkatkan praktis Pantai Parangtritis dan sekitarnya menjadi sepi pengunjung. (sgt-70) |