| Sabtu, 28 Juli 2007 | KEDU & DIY |
BPOM Segel Pangan Produk ChinaYOGYAKARTA - Pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Yogyakarta sejak beberapa hari terakhir sedang melaksanakan operasi terhadap produk pangan impor dari China yang mengandung bahan berbahaya, formalin. Produk itu sementara ini disegel di tempat ditemukan. ''Sudah kami amankan, tapi belum disita,'' ujar staf Unit Layanan dan Pengaduan Konsumen (ULPK) kantor BPOM Dra Rahayu Laksmintosasi, kemarin. Operasi dilakukan setelah pihaknya menerima public warning (surat peringatan) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Dari tujuh produk impor China yang direkomendasikan disegel untuk kemudian dimusnahkan, beberapa di antaranya ditemukan di kawasan Kota Yogyakarta. Di antaranya adalah permen white rabbit di sejumlah pertokoan di Jl Urip Sumoharjo dan Jl Malioboro. Tidak Panik Ny Rahayu belum bisa menyebutkan jumlahnya. ''Yang jelas banyak,'' tuturnya. Temuan itu sekaligus mendapat perhatian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Yogyakarta. Berdasar public warning No KH.01.04.53.094 tanggal 24 Juli lalu, BPOM merekomendasikan tujuh dari 39 produk impor asal China yang beredar positif mengandung formalin. Masing-masing berupa permen, manisan, dan buah kering dengan nama white rabbit creamy candy, permen kiamboy, permen classic candy, permen blackcurrant, permen white rabbit, dan manisan plum. Menyikapi temuan tersebut masyarakat diiimbau tidak panik. Tapi juga diminta tidak membeli atau memakan produk tersebut. Sebab produk tersebut tidak memiliki izin edar (tidak terdapat nomor ML) dan pemerintah tidak menjamin keamanannya jika dikonsumsi. Sebaliknya masyarakat diminta segera melapor bila menemukan produk tersebut. (P58-70) |