logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Juli 2007 EKONOMI
Line

Penyaluran Pinjaman BPR Tak Maksimal

  • Bank Mandiri Alokasikan Rp 268 Miliar

SEMARANG-Tingkat utilisasi atau penggunaan pinjaman dari Bank umum oleh BPR (Bank Perkreditan Rakyat) di Jateng dan DIY tahun ini tergolong rendah. Group Head Micro Business PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sukoriyanto Saputro mengatakan, BPR tidak bisa menyalurkan semua pinjaman yang didapat dari bank umum. ''Utilisasi yang rendah ini disebabkan oleh kondisi perekonomian yang belum pulih,'' katanya di sela-sela Business Gathering PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan pengelola BPR di Jateng di Hotel Puri Asri Magelang, kemarin.

Hingga akhir triwulan kedua tahun ini Bank Mandiri telah memberikan pinjaman sebanyak Rp 268 miliar ke sebanyak 67 BPR di Jateng dan DIY. Dari keseluruhan pinjaman ini yang sudah disalurkan BPR ke masyarakat baru sebesar Rp 166 miliar. Ia menyatakan akan terus mendorong BPR agar menyalurkan semua pinjaman yang diberikannya. Soalnya, banyak pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang membutuhkan permodalan.

Ketua Perbarindo Jawa Tengah Arif Budiarto mengatakan kalangan BPR sebenarnya sangat komit terhadap kerja sama dengan Bank Mandiri terkait penyaluran kredit. ''Ini hanya soal waktu, mungkin di semester dua kredit yang tersalurkan akan lebih banyak lagi,'' tegasnya. Terlebih lagi mulai 1 Juli kemarin bunga pinjaman dari Bank Mandiri yang diberikan ke BPR sudah turun dari sebelumnya 14% menjadi 12%-13%.

Arif menambahkan selama semester satu tahun ini kalangan BPR masih terfokus pada penanganan kredit-kredit yang bermasalah. Sehingga pertumbuhan kredit yang disalurkan relatif rendah

Kinerja

Sementara itu, dalam siaran persnya, Bank Mandiri hingga triwulan kedua tahun ini telah membukukan laba bersih sebesar Rp 2,1 triliun. Pencapaian ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 815 miliar. ''Peningkatan laba ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pertumbuhan fee based income,'' kata Direktur Utama Agus Martowardojo, kemarin.

Tercatat pendapatan bunga bersih hingga triwulan kedua tahun ini mencapai Rp 6,7 triliun atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,9 triliun. Begitu juga dengan pertumbuhan fee based income yang naik dari triwulan kedua tahun lalu sebesar Rp 1,3 triliun menjadi Rp 1,8 triliun di tahun ini.

Adapun pertumbuhan pendapatan bunga bersih didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit. Tahun ini hingga triwulan kedua kredit yang tersalurkan sebesar Rp 116,3 triliun atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 107,8 triliun.

Kedepan Bank Mandiri akan terus meningkatkan kredit dengan fokus ke sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), perkebunan, dan sektor industri beserta turunannya. Pembiayaan untuk sektor infrastruktur juga akan ditingkatkan, namun dilakukan dengan selektif.(G2-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA