logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 28 Juli 2007 EKONOMI
Line

Belajar dari Kasus Nike

Pemerintah Giatkan Merek Lokal

JAKARTA-Kasus NIKE yang belum kunjung usai mendatangkan hikmah yang dapat dijadikan pelajaran bagi pengusaha Indonesia. Selain menciptakan sepatu bermerek lokal, pengusaha juga harus berhati-hati ketika menyetujui kontrak dengan perusahaan asing.

Poin yang paling penting adalah perusahaan sepatu lokal menghindari single contract atau hanya mempunyai satu kontrak produksi. Karena, jika terjadi pemutusan kontrak secara tiba-tiba seperti halnya kasus Nike versus PT CCM Group milik Hartati Murdaya maka perusahaan akan kelimpungan. Hal itu diungkapkan Direktur Industri Aneka Departemen Perindustrian Nugraha Sukmawijaya di Kantor Depperin, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Jumat (27/7).

''Yang paling penting, jangan sampai melakukan single contract. Disinilah nilai merek lokal juga penting. Contoh saja PT Panarub yang selain melakukan order produksi sepatu Nike juga membuat merek lokal yaitu Specs sebagai balancing,'' jelasnya.

Ia menambahkan, industri persepatuan memang menuntut adanya persaingan kualitas, jika itu tidak terpenuhi maka perusahaan asing bisa hengkang dan serta merta memutus kontrak. Tetapi, jika perusahaan mempunyai order sampingan, perusahaan tidak akan tutup ketika pemutusan kontrak terjadi.

Untuk itu, Depperin tengah menyiapkan langkah untuk menggiatkan national branded. Salah satunya adalah launching merek sepatu lokal dengan desain asli karya anak negeri. Produk tersebut berlabel Shuku, desainnya dibuat oleh sekumpulan mahasiswa di Jawa Barat.

Depperdag dan Depperin telah bekerja sama mengekspor produk tersebut ke Jepang. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan dua lokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat yang dapat menjadi sentra produksi sepatu lokal. Sentra tersebut ditempatkan di kota Surabaya (Jatim) dan Bandung (Jabar).

''Menciptakan merek lokal juga terkait dengan desain. Karena itu pemerintah memfasilitasi komunitas itu untuk mengembangkan desain nasional,'' tambahnya. Sejauh ini sepatu lokal tersebut sudah beredar di pasar dalam negeri, namun sasaran utamanya adalah ekspor. Rencananya, realisasi ekspor sepatu Shuku akan dilakukan tahun depan dengan sebelumnya menguatkan desain lokal.(J10-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA