logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Juli 2007 KEDU & DIY
Line

Suyoto, Pendaur Ulang Kertas

LIMBAH pabrik kertas bisa didaur ulang menjadi karton yang memiliki nilai jual tinggi. Karton gembos, begitu nama kualitas karton yang diproduksi Suyoto Prasodjo, warga Mungkid, Magelang.

Yang membutuhkan antara lain perusahaan percetakan, untuk bahan membuat album foto, dan rangka kursi sudut. Juga sebagian pengusaha di Bantul, DIY, memesan untuk mengemas produk industri kecil mereka.

"Para pelanggan menelepon jika persediaan karton gembosnya habis. Saya mengirimnya dengan truk. Karena pesanan dalam ukuran ton," kata pensiunan Kepala Teknik Pabrik Kertas Blabak itu, kemarin.

Yang menarik dari usaha ini, bahan bakunya 80 persen slat atau limbah pabrik kertas yang banyak diperoleh dari Jakarta serta 20 persen kertas pemulung (karena dibeli dari pemulung Rp 500/kg).

Untuk mendapatkan bahan baku dari Jakarta, ia bekerja sama dengan para sopir truk Magelang yang membawa sayuran ke ibu kota, pulangnya dititipi limbah pabrik kertas. Karena limbahnya gratis, sehingga Suyoto hanya mengeluarkan biaya angkutannya.

Ia melukiskan, satu truk tronton bisa mengangkut limbah 24 ton. Tetapi setelah diproses hanya bisa menjadi karton gembos 8 ton.

Proses daur ulangnya relatif sederhana. Slat dan kertas pemulung diproses menjadi bubur. Kemudian dicetak menjadi lembaran berukuran 66 x 78 Cm. Setelah dijemur matahari selama empat jam dihaluskan dengan rol kalender. Terus dipak dengan berat 25 kg.

Setiap hari mampu memproduksi 1,5 ton. Pangsa pasarnya, 20 persen ekspor lewat Singapura. Harga jualnya Rp 1.500/kg sedangkan yang untuk ekspor Rp 2.000. Ia kini mampu menjadi eksportir

Suyoto tak bekerja sendiri. Ia menyediakan prasarana dan sarana. Sedangkan tenaga kerjanya memberdayakan tetangga. Pola kerja sama mereka, borongan. Per pak karton gembos yang sudah siap jual diberi imbalan Rp 7.500 .

Karena memiliki prospek bagus, keluarganya belajar usaha yang dirintis Suyoto sejak 1985 itu. "Keluarga saya yang usaha daur ulang limbah kertas ini seluruhnya menjadi 8. Masing-masing bisa memproduksi karton gembos 1 ton tiap hari," tuturnya.

Yang lebih menarik lagi, mesin daur ulang kertas ini diproduksi sendiri dengan kapasitas 1 ton/hari. Investasi untuk itu Rp 150 juta/unit. Bila uang itu dibelikan truk, sulit untuk mendapat pemasukan Rp 200.000/hari. Tetapi mesin daur ulang kertas ini bisa. Suyoto siap mendampingi sampai penjualan produksi. (Tuhu Prihantoro-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA