logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 SALA
Line

Lewat Simulasi, Pengundian Los Diharapkan Lancar

BOYOLALI - Dua hari menjelang pengundian los di pasar darurat, Paguyuban Pedagang Pasar Boyolali (P3B) melakukan simulasi pengundian, Senin (23/7) lalu. Simulasi yang dilakukan di lantai dua Pasar Boyolali itu bertujuan mengindari terjadinya konflik antarpedagang saat pengundian sungguhan nanti.

Simulasi dilakukan bersama-sama antara P3B, Dinas Pasar, dan seluruh pedagang yang akan dipindah ke pasar darurat di Tacung dan sekitar Pasar Burung Ngebong.

Menurut Ketua P3B, Jafar Widyo Utomo, lewat simulasi tersebut, para pedagang diharapkan mengerti proses pengundian.

Selain itu, juga untuk menghindari pertentangan antarpedagang yang kemungkinan muncul akibat ketidakjelasan pedagang tentang proses pengundian.

"Jangan sampai terjadi konflik antarpedagang. Setelah musibah kebakaran sejumlah kios di Pasar Boyolali, 18 Mei lalu, kondisi psikis pedagang dalam keadaantertekan," katanya.

Berdasarkan rencana, pengundian los pasar darurat direncanakan Rabu (25/7) ini.

Simulasi tersebut sekaligus merupakan ajang sosialisasi tata tertib (tatib) yang telah disepakati sebelumnya oleh paguyuban dan Dinas Pasar.

Pedagang menjadi tahu hak-hak mereka dan kewajiban untuk mengikuti undian, di antaranya harus datang sendiri untuk undian. Bila tidak bisa datang, harus diwakilkan oleh perwakilan pedagang atau petugas paguyuban.

Setahun Enam Bulan

Dalam simulasi itu, terlontar sejumlah pertanyaan oleh pedagang, terutama dari mereka yang memiliki lebih dari satu Surat Izin Dasaran Tetap (SIDT) di Pasar Boyolali.

Pasalnya, sesuai dengan tatib, pedagang yang memiliki SIDT dengan luas los lebih dari tiga meter persegi, akan memperoleh satu nomor undian los.

Pedagang yang memiliki lebih dari satu SIDT dengan luas kurang dari tiga meter persegi, hanya memperoleh satu los.

Pedagang yang punya SIDT kurang dari tiga meter persegi akan digabung, sementara yang luas losnya lebih dari tiga meter persegi akan memperoleh satu nomor undian.

Kasubdin Pemeliharaan Pembinaan dan Pengembangan Pasar Dinas Pasar Boyolali, Subroto, mengatakan jumlah pedagang yang memiliki SIDT dan akan menempati pasar darurat tercatat 339 orang.

Jumlah los di pasar darurat, 340 buah. Artinya, ada sisa satu los. Pedagang akan menempati pasar darurat sekitar satu tahun enam bulan, sampai bagian Pasar Boyolali yang terbakar rampung dikerjakan. (G10-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA