| Rabu, 25 Juli 2007 | SALA |
Binaragawan Solo Prihatin IPDNSOLO Sejumlah atlet binaraga Solo melakukan aksi keprihatinan atas kasus yang terus membelit di kampus IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri ) Jatinangor, Jawa Barat, kemarin. Aksi yang diprakarsai oleh Republik Aeng-aeng tersebut digelar di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di perempatan Ngapeman. Menurut penggagas aksi, Mayor Haristanto, apa yang dilakukan binaragawan tersebut sebagai wujud keprihatinan atas serentetan kasus yang terjadi di kampus pencetak pamong praja tersebut. Sebab, hingga hari ini kekerasan yang terjadi masih terus berlanjut, seolah sudah menjadi budaya tersendiri. Apalagi, terdengar kabar bahwa ada lima praja di kampus tersebut ditetapkan menjadi tersangka karena terlibat penganiayaan yang mengakibatkan nyawa seseorang melayang baru-baru ini. "Apakah di IPDN itu sengaja menciptakan budaya kekerasan dan ada mata kuliah yang mengajarkan kepada praja agar membunuh? Kami sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan para calon pencetak PNS tersebut," ujarnya di sela-sela aksi. Dia juga mengungkapkan sebenarnya apa yang salah di kampus tersebut. Sebab, kekerasan yang terjadi tidak pernah berhenti. Bahkan, penetapan praja sebagai tersangka seolah tidak digubris dan bukan ancaman yang menakutkan bagi mereka untuk terus berbuat salah. "Selaku warga Solo, kami merasa prihatin dengan apa yang terjadi di kampus di Jatinangor tersebut. Cliff Muntu belum lepas dari ingatan masyarakat, kini kembali muncul kasus baru," ungkapnya. Dalam aksi tersebut peserta aksi juga membentangkan sejumlah spanduk yang berisi kecaman terhadap tindakan tersebut. Mereka juga berharap aparat kepolisian dan pemerintah segera bertindak atas kasus di IPDN itu. Bahkan, kalau perlu kampus itu dibubarkan saja, karena tidak menunjukkan tentang tujuan utama dunia pendidikan yang seharusnya diterapkan. (hr-50) |