logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 PANTURA
Line

KELILING pantura

Ahmad Hanfan Ketua Panwas

BREBES- Ahmad Hanfan terpilih sebagai ketua panitia pengawas (panwas) pemilu bupati dan wakil bupati. Dalam pemilihan yang dilakukan secara voting itu, setiap anggota mempunyai hak satu suara serta berhak dicalonkan dan mencalonkan diri sebagai ketua.

Ahmad kemarin mengatakan, pemilihan pengurus digelar di ruang rapat Mapolres Brebes, Senin (23/7). Dari lima anggota, tiga orang mencalonkan diri sebagai ketua, yakni Ahmad Hanfan (unsur akademisi), Ali Rojikhi (tokoh masyarakat), dan Supriyadi SH MH (kejaksaan). Sedangkan Fatah El Zaman (pers) dan AKP Pujono (kepolisian) tidak mencalonkan diri.

"Kami sepakat pemilihan ketua dilakukan dengan voting. Hasilnya, saya mendapat 3 suara, dan Supriyadi serta Ali Rojikhi masing-masing satu suara," katanya. (J16-52)

230 Peserta Tak Lulus

KAJEN - Sebanyak 230 peserta Ujian Nasional (UN) kesetaraan yang terdiri atas 90 siswa Kejar Paket B dan 140 siswa Paket C di Kabupaten Pekalongan dinyatakan tak lulus. Mereka yang tak lulus dapat mengulang pada ujian tahap II September - Oktober mendatang, bahkan bagi yang belum mengikuti UN.

Pengumuman hasil UN kesetaraan dipasang di papan pengumuman setiap unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pendidikan masing-masing kecamatan dan di dinas pendidikan sejak Sabtu (21/7). Sampai kemarin, puluhan siswa dan orang tuanya masih terlihat ramai mengunjungi Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan untuk melihat pengumuman. (H26-17)

Dikaji, Dampak Rel Ganda

PEMALANG - Proyek rel ganda kereta api (KA) di Pemalang dikaji oleh Bagian Lingkungan Hidup Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH), terutama terhadap dampak lingkungannya terhadap masyarakat.

Kepala Bidang LH Drs Hadi Maryitno lewat stafnya, Wardoyo mengatakan, berkaitan adanya proyek tersebut sudah diadakan dialog bersama antara PT KA, konsultan dan KLH. Diikuti 125 warga yang berada di pinggir rel.

Sejumlah warga itu berasal dari Kelurahan Pelutan, Kecamatan Pemalang 100 orang, warga Kelurahan Purwoharjo, Kecamatan Comal 19 orang dan warga Desa Purwosari, Kecamatan Comal 6 orang. Pada umumnya mereka setuju adanya proyek besar itu. Namun perlu diperhatikan dampaknya. "Proyek itu membutuhkan lahan sepanjang 62 kilometer antara Tegal-Pekalongan. Sedangkan di Pemalang sekitar 20 kilometer. Dengan demikian perlu analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal)," katanya, kemarin. (sf-17)

Bingung Pasang Prasasti

TEGAL - Prasasti perubahan batas wilayah Tegal-Brebes yang sudah ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto, kini sudah diambil Pemkot Tegal. Sepasang prasasti itu akan dipasang di sebuah jembatan penghubung, di jalan lingkar utara. Namun, Bagian Pemerintahan kebingungan, kapan akan memasang prasasti, karena belum ada kepastian kapan pembangunan proyek jalingkut akan selesai.

Kabag Pemerintahan Drs Didi Djanuardi, Selasa malam (23/7) mengatakan, penyelesaian jalingkut juga tergantung anggaran dari Departemen Pekerjaan Umum. Padahal, saat ini Jateng mendapat proyek pembangunan tiga ruas tol senilai sekitar Rp 6,3 triliun.

"Karenanya saya khawatir, penyelesaian pembangunan jalingkut akan terpengaruhi oleh pembangunan tol Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Batang-Semarang. Namun kalau ternyata pembangunan jalingkut tak terpengaruh oleh anggaran untuk tol, ya Alhamndulillah," tukasnya.

Rencananya, sepasang prasasti itu akan dipasang di batas wilayah perluasan, tepatnya di sebuah jembatan. Sebagaimana diberitakan, Gubernur Jateng yang diwakili oleh Asisten Tata Praja Setda Pemprov Jateng Drs Pujo Iswantoro, belum lama ini meresmikan perubahan batas wilayah Tegal-Brebes.

Namun Kepala DPU Pemkot Ir M Wahyudi secara terpisah mengatakan, pembangunan jalingkut sepanjang sekitar 1,7 Km akan selesai pada 2008. (aj-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA