| Rabu, 25 Juli 2007 | PANTURA |
Peluncuran Pondok Singgah KlonenganDiharapkan Jadi Pusat Keramaian Slawi-PurwokertoSEBUAH tempat rehat di jalur Slawi-Purwokerto masih jarang ditemukan. Namun, mulai hari ini Rabu (25/7) pengguna jalan bisa beristirahat sejenak di sebuah tempat yang dinamakan Pondok Singgah Klonengan. Lokasinya cukup strategis, tepatnya di sebelah jembatan rel KA Prupuk. Fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung pun menarik. Selain bangunan yang artistik, juga terdapat tempat lesehan, paseban, rumah kuno dan tempat pemancingan. Jika disimak lebih jauh, bangunan ini dirancang untuk memberikan nuansa yang rileks. Bahkan, menurut pendiri Pondok Singgah H Agus Riyanto, di tempat itu juga bisa dimanfaatkan untuk pentas musik, tempat pertemuan dan rekreasi. Ide pendirian pondok itu sendiri dilatarbelakangi upaya untuk meramaikan kawasan Tegal bagian selatan. "Apalagi proyeksi ke depan, Klonengan merupakan titik persimpangan Tol Pejagan-Pemalang. Makanya, bagaimana lokasi strategis ini bisa dimanfaatkan sebagai pusat keramaian ekonomi masyarakat sekitar,"ujarnya. Titik Awal Ia berharap dengan pendirian Pondok Singgah ini merupakan titik awal untuk meramaikan Tegal bagian selatan. Yang menarik di tempat itu, selain sebagai tempat istirahat, juga terdapat berbagai bentuk bangunan artistik. Selain bangunan rumah kuno yang dipoles dengan ukir-ukiran juga terdapat tempat paseban, pemancingan, dan tempat pertemuan. Mengawali penempatan pondok, Hipotesa Production bekerja sama dengan harian Suara Merdeka mengadakan kegiatan bedah buku "Titik Ba" karya Ahmad Thoha Faz dengan moderator Triyanto Triwikromo (Suara Merdeka). Kegiatan itu akan ditindaklanjuti dengan acara lain, seperti peluncuran G-One Band dan On/Off Band, Seems Like Idiot Band. Tidak sekadar band juga pentas berbagai macam pentas seni. Guna menghidupkan suasana Pondok Singgah akan dibentuk Komunitas Tanpa Bingkai. (Dwi Ariadi-61 ) |