| Rabu, 25 Juli 2007 | PANTURA |
Sukses Produksi Kapal PatroliPT Dokindo Tawarkan Kapal ke BelandaSETELAH sukses memproduksi kapal patroli pesanan dari Departemen Perhubungan Jakarta, PT Dokindo Pekalongan memberanikan diri menawarkan hasil produknya ke Belanda. "Kami sudah menawarkan ke Belanda. Ternyata, pengusaha Eropa itu tertarik untuk datang ke Pekalongan," kata Direktur PT Dokindo Pekalongan, Asmandi. Kepada Suara Merdeka, Asmandi menjelaskan, upaya memasarkan produk ke Belanda dan negara-negara lain itu dilakukan karena pengusaha perikanan di Indonesia sekarang ini sedang mengalami kesulitan. Mereka tidak mungkin pesan kapal lagi karena prospek perikanan laut suram. Karena itu, Dokindo menawarkan produknya ke luar negeri agar perusahaan dengan 40 pekerja itu bisa hidup. "Sekarang saya masih menyempurnakan kapal patroli pesanan Departemen Perhubungan, dan direncanakan Agustus mendatang sudah siap dikirim ke Jakarta," katanya. Asmandi mengatakan, hasil produksinya diakui kualitasnya tidak kalah dengan produk dari perusahaan kapal ibu kota. "Bahkan, ketika saya pertama ikut lelang pengadaan kapal patroli, langsung memenangkannya. Itu membuktikan produksi diakui pemerintah," ujarnya. Dua Kapal Dia mengaku Dephub semula memesan dua kapal patroli. Satu kapal sudah dikirim beberapa bulan lalu, sedangkan satu lagi sedang dipersiapkan untuk dikirim Agustus. Kapal patroli dengan lebar 5 meter dan panjang 28 meter dengan kecepatan 21 knot/jam (setiap 1 knot = 1,853 km/jam), itu harganya mencapai Rp 6,2 miliar. Dia menjelaskan, semula, dok kapal itu didirikan untuk membuat kapal pesiar dan kapal perikanan, namun sampai kini untuk dok kapal perikanan belum dilanjutkan akibat krisis di sektor perikanan. "Kalau kapal perikanan sekarang ini tidak mau melaut karena rugi, maka jelas tidak mungkin pengusaha akan memesan kapal perikanan lagi," katanya. Karena itu, perusahaannya yang membuat kapal pesiar terbuat dari feber itu akan ditawarkan ke negara-negara asing, sehingga usaha itu bisa berkembang terus sampai kondisi perikanan laut pulih kembali.(Trias Purwadi-52) |