| Rabu, 25 Juli 2007 | NASIONAL |
Tim Uni Eropa ke IndonesiaJAKARTA- Tim Uni Eropa sudah menyatakan kesediaannya datang ke Indonesia untuk memenuhi undangan pemerintah terkait pelarangan terbang maskapai Indonesia sejak 6 Juli. Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Udara sudah menerima kesediaan mereka, Minggu (22/7). Namun, sebelum tim Uni Eropa datang ke Indonesia, Departemen Perhubungan diminta untuk mengirim data penerbangan terbaru. Menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik De-partemen Perhubungan Bambang S Ervan di Ja-karta kemarin, tim Eropa akan diwakili oleh Euro-pean Aviation Safety Agency (EASA). Mereka juga mengirim kontak person yakni Direktur Eksekutif EASA Patrick Goudou. Tim Eropa tersebut akan tiba awal Agustus. Permintaan data itu terkait rencana Tim Eropa melakukan audit langsung atas kondisi penerbangan Indonesia. Audit itu permintaan dari Indonesia guna mengkaji larangan pesawat Indonesia terbang ke Eropa. Larangan Eropa yang berlaku triwulanan itu berdalih keselamatan. Tim dari Eropa akan diberi kesempatan melakukan klarifikasi dan pengecekan data dengan hasil audit lapangan. Menurutnya, hal itu memang yang seharusnya dilakukan. Berdasarkan Konvensi Chicago, negara yang peduli dengan keselamatan atas negara lain harus melakukan klarifikasi, meminta izin atas temuan, peringatan, setelah itu baru dilakukan pelarangan. (bn-60) |