| Rabu, 25 Juli 2007 | NASIONAL |
MUSIBAH Penyakit Misterius di Kanigoro MagelangKorban Bertambah, Diduga Keracunan
MAGELANG - Korban tewas dalam musibah di Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang bertambah tiga orang. Mereka itu, Jariyam (50), Surani (36) dan Surami (37). Ketiganya meninggal di ruang ICU RS Muntilan, dinihari kemarin. Dengan demikian korban tewas menjadi delapan orang. Sedangkan korban yang dirawat di Puskesmas Grabag bertambah empat orang menjadi 23 orang. Korban baru Suyito (40), Sadiyah (35), Nur Faizin (16) dan Kabul (60), semuanya warga Dusun Pete desa setempat. Sampai kemarin masih belum ditemukan penyebab musibah tersebut. Tim penyelidikan Epidemologi dari Dinas Kesehatan Pronvinsi Jateng dan Dinas Kesehatan setempat dinihari kemarin langsung melakukan investigasi. Mereka mengambil sampel air, sisa makanan. Selain itu urine dan darah korban juga diambil untuk diteliti di laboratorium. Sebenarnya masih ada langkah yang paling cepat untuk mengetahui penyebab musibah itu, yakni dengan melakukan autopsi. Namun tak satu pun keluarga korban sepakat dengan rencana itu. "Kami sudah berusaha menghubungi keluarga korban meninggal agar jenazah diautopsi. Tapi semua keluarganya menolak dan ini menjadi kendala untuk mengungkap kasus secepatnya," kata Kepala UPT Puskesmas Grabag, dokter M Syukri. Pasien yang dirawat di tempatnya, kata dia, secara umum kondisinya membaik. Hanya sebagian korban saja yang kondisinya masih labil, misalnya kejang-kejang dan tak sadarkan diri. Untuk itu, pihaknya menyiapkan enam dokter dan 14 perawat untuk memantau korban 24 jam. Bahan Kimia Sementara itu Kepala UPT Puskesmas Ngablak yang juga Ketua Posko Musibah, Darsiwan SKm MKes, mengatakan dari analisis sementara berdasarkan pengamatan langsung di lapangan diduga korban terkena bahan kimia sehingga mengalami gejala mual, muntah dan pusing. Dugaan itu dikuatkan dengan hasil pengamatan, durasi waktu dari gejala sampai meninggal rata-rata lima jam. Proses yang cepat itu menurutnya, sangat mungkin terkena bahan kimia. Jika diakibatkan oleh bakteri prosesnya lamban tak secepat keracunan bahan kimia. "Zat kimia itu bisa saja tertelan melalui media air minum atau masakan yang dikonsumsi korban. Namun itu baru dugaan karena masih ada bukti yang lebih kuat dan valid yaitu hasil laboratorium,"katanya, kemarin. Dari penyelidikannya bersama tim gabungan itu, lanjut dia, sanitasi warga setempat kurang sehat. Begitu juga dengan kondisi rumah warga, sebagian masih menempatkan kandang di dalam rumah. Hampir semua rumah masih belum dilengkapi ventilasi akibatnya ruangan pengap. Dugaan lainnya terkait dengan pola makan. Dari hasil penyelidikan, ditemukan sisa nasi jagung yang sudah basi. Kebiasaan warga memakan lagi nasi jagung dan sayuran sisa pada hari sebelumnya. "Mungkin saja sayuran yang dikonsumsi masih ada kandungan pestisidanya. Karena pola masak yang kurang sehat mengakibatkan zat itu masih masuk ke tubuh," tambahnya. Suasana duka masih menyelimuti Dusun Beran, tiga korban meninggal dinihari kemarin dimakamkan Pemeriksaan Laboratorium Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng dokter Hartanto MMed Sc menyatakan pihaknya tidak mengisolasi Dusun Beran dan Dusun Pete, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Untuk mengetahui penyebabnya, kata Hartanto, pemeriksaan laboratorium meliputi toxikologi kimia dan mikrobiologi. Pemeriksaan secara toxikologi untuk mengetahui unsur kimia yang beracun dalam makanan dan air. Sedang secara mikrobiologi untuk mengetahui apakah penyebab kejadian itu disebabkan oleh jamur atau kuman. ''Untuk pemeriksaan mikrobiologi kami harus mengerami dulu jamur dan kuman yang ada dari sampel. Proses ini memang memakan waktu lama, agar bisa diketahui apakah kedua parasit itu penyebabnya,'' jelasnya. Selain pemeriksaan dengan metode laboratorium, Dinkes masih melakukan penelusuran asal-muasal penyebab kejadian itu dengan melakukan wawancara kepada warga. ''Soalnya tidak diketahui awal penyebabnya seperti ada hajatan atau makanan katering yang dibagikan kepada warga,'' jelasnya. Terpisah Gubernur Jawa Tengah H Mardiyanto mengaku prihatin atas meninggalnya delapan warga Dusun Beran dan Dusun Pete, Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang belum lama ini. Dia mengaku belum menerima laporan secara rinci mengenai kasus itu dan masih menunggu hasil tes di laboratorium Balai Laboratorim Klinik (BLK) Dinkes untuk mengetahui penyebab dari kematian delapan warga tersebut. (H33,H37,H7-77) | ||||