logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 NASIONAL
Line

Pelatih Irak Kecam AFC


SM/AFP LATIHAN BERSAMA: Pemain Irak latihan di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin. Irak akan menghadapi Korsel hari ini. (57)

KUALA LUMPUR- Pelatih Irak Jorvan Vieira mengecam Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), karena dianggap telah menelantarkan para pemainnya. Selama beberapa jam mereka tidak mendapat kamar hotel.

Vieira mengatakan, para pemainnya telah menunggu selama empat jam di lobi Prince Hotel Kuala Lumpur setelah tiba dari Bangkok, Senin lalu, sebelum mendapat informasi hanya ada delapan kamar untuk 31 orang. Irak akan menghadapi Korsel pada pertandingan semifinal Piala Asia, hari ini.

Timnya disebutnya masih beruntung punya sedikit waktu istirahat.

"Kami meninggalkan Bangkok pada pukul tujuh pagi, tiba di hotel pada pukul lima sore dan kemudian harus menunggu selama empat jam hanya untuk mendapatkan delapan kamar," kata Vieira, yang kesebelasannya mengalahkan Vietnam 2-0 dalam perempat final, Sabtu.

"Lalu kami harus mengambil bagasi, berlatih pada pukul sembilan malam dan para pemain kami baru mendapatkan makan malam pada pukul 1.30 dinihari," tambah pria asal Brasil itu.

Realistis

Pihaknya berencana meninggalkan Bangkok pada Minggu, tapi AFC menyarankan agar mengambil tambahan hari untuk tetap di ibu kota Thailand tersebut.

"AFC mengatakan jika kami datang ke Malaysia pada Minggu, kami harus tinggal di hotel lain dulu dan baru pindah ke Prince Hotel pada hari berikutnya," katanya.

"AFC harus realistis bahwa ini bukan kelompok wisatawan, kami sebuah tim sepak bola internasional. Mereka berjanji memberi jaminan kepada kami, tapi ternyata tidak bisa menepati janjinya," tambahnya.

Calon lawan Irak, Korsel, lolos ke semifinal setelah mengalahkan Iran 4-2 melalui adu penalti, Minggu lalu. Sebelumnya kedua kesebelasan bermain imbang selama 120 menit di Stadion Bukit Jalil. Sedangkan Irak cukup bermain selama 90 menit saat menundukkan Vietnam 2-0.

Namun Vieira mengatakan, saat ini keberuntungan justru ada di pihak ''Ksatria Taeguk''.

"Jika Anda bertanya siapa yang beruntung, saya pikir Korsel lebih beruntung daripada kami sekarang, terutama setelah apa yang kami alami," katanya.(ant,rtr-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA