| Rabu, 25 Juli 2007 | MURIA |
Pencurian Keongan dan Baling-baling Resahkan NelayanREMBANG - Nelayan di sekitar Desa Tanjungsari, Kecamatan Kota Rembang akhir-akhir ini cukup resah. Pasalnya, dalam beberapa pekan belakangan mereka sering kecurian keongan (bandul jaring) dan baling-baling kapal. Pencurian yang terakhir terjadi pada kapal milik Sumono, Sugiyanto, dan Sumarno. Sumono kehilangan dua buah keongan. Sugiyanto dan Sumarno kehilangan baling-baling kapal yang tengah ditambatkan di sekitar pantai Desa Tanjungsari. Padi, salah satu warga nelayan Desa Tanjungsari mengutarakan, akibat pencurian tersebut, nelayan menderita kerugian hingga jutaan rupiah. Keongan yang terbuat dari kuningan itu, di pasaran seharga Rp 800.000 per buah. Sedangkan baling-baling kapal, paling murah Rp 1.500.000. ''Di saat kondisi laip (paceklik) ikan seperti ini, nelayan kok malahan juga masih menderita akibat kecurian. Barang-barang yang dicuri itu cukup penting untuk mencari ikan,'' tuturnya. Cukup Bingung Dengan kejadian pencurian itu, nelayan cukup kebingungan. Pasalnya, untuk membongkarnya bukan pekerjaan mudah. Dia mengatakan, untuk pengamanan, keongan ataupun baling-baling itu direkatkan dengan baut. ''Selain itu, juga diikat dengan tali yang diberi lem. Membongkar kedua barang itu di darat saja, cukup sulit. Tapi, pelakunya cukup lihai karena bisa membongkar kedua barang itu saat kapal ditambatkan di laut,'' terangnya. Untuk antisipasi, dia mengatakan para nelayan mulai rutin melakukan ronda mengawasi kapal. (H19-54) |