| Rabu, 25 Juli 2007 | SEMARANG |
KAMPUSIANAPelatihan Entrepreneurship UnimusSEMARANG- Sejumlah pengusaha dan praktisi beberapa waktu lalu menyampaikan materi pelatihan entrepreneurship di gedung Rektorat Unimus Jl Kedungmundu Raya. Pelatihan yang juga merupakan kuliah kewirausahaan itu, digelar Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unimus dan dibuka Rektor Prof Dr Abu Su'ud. Pembicara antara lain Wakil Ketua Kadin Jateng Dhodit LA Wardhana, Hasan Toha Putra (Toha Putra Group), Darwito (LIA Gallery), Hasim Sarbani (CV Hasyim Putra), Faizin (Cendekia Abadi), dan Najib (Bank Arta Surya Barakah). Kegiatan yang didanai oleh hibah Dirjen Dikti Depdiknas itu, diikuti 50 mahasiswa dari berbagai fakultas. Para peserta itu lolos seleksi dari sekitar 70 pendaftar. Menurut Humas Unimus RM Bagus Irawan, pelatihan bertujuan membangkitkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Para pembicara juga membagikan wawasan perlunya alumni perguruan tinggi menciptakan lapangan kerja baru. Selain tutorial klasikal di kelas, pelatihan juga diisi kegiatan simulasi bisnis. Setelah itu, peserta mengadakan kunjungan ke kantor Redaksi Suara Merdeka di Jl Raya Kaligawe, industri Jamu Nyonya Meneer, dan Cendekia Abadi. "Kami berharap para peserta terjangkit "virus kewirausahaan" para pembicara serta tergerak memanfaatkan peluang usaha," tutur Bagus. (H29-56) Pelatihan Proposal Penelitian Dikti SEMARANG- Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DP2M) bersama Ditjen Dikti, Depdiknas dan Politeknik Negeri Semarang (Polines) menyelenggarakan lokakarya pelatihan pembuatan proposal penelitian. Kegiatan selama tiga hari (24-27/7) itu, berlangsung di Patra Convention Hotel, diikuti 50 peserta dari 12 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jateng. Ketua panitia Dra Suparni Setyowati Rahayu MSi menyatakan, pelatihan dimaksudkan melatih para dosen dalam menyusun proposal program pengabdian pada masyarakat. "Selama ini, Dikti yang mengakomodasi penelitian dan pengabdian. Diperlukan proposal berkualitas karena dosen harus berkompetisi dengan para dosen lainnya agar bisa diterima," kata dia, kemarin. Pihaknya berharap kegiatan itu akan mampu mencapai proposal pengabdian berkualitas. Para dosen yang mengikuti lokakarya tersebut saat datang harus membawa sebuah proposal penelitian. Selama tiga hari itulah, proposal mereka akan diteliti, dikoreksi, dan para dosen diberikan materi bagaimana membuat proposal yang baik. "Setelah lokakarya ini selesai, seluruh proposal yang sudah diperbarui itu akan diajukan ke Ditjen Dikti," katanya. (H23-56) |