logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 SEMARANG
Line

Puso, Tak Pengaruhi Produksi Beras

  • Target 193.000 ton Optimistis Terpenuhi

UNGARAN - Adanya tanaman padi yang mengalami puso di lahan sawah seratusan hektare di Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, tak memengaruhi produksi beras di daerah ini.

Karena, padi yang mengalami gagal panen tersebut hanya berada di sawah tadah hujan. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Ir Piyono melalui Kabid Produksi Pertanian Ir Wigati Sunu MBA menyampaikan hal ini, Selasa (24/ 7).

''Perhitungan produksi beras tidak termasuk sawah tadah hujan. Sawah tadah hujan se-Kabupaten Semarang ada 5.948 hektare,'' kata Wigati Sunu, kemarin. Data Distanbunhut juga menyebutkan, luasan sawah irigasi teknis 5.525 hektare, semi teknis 4.003 hektare, irigasi sederhana 7.900 hektare, dan irigasi desa 993 hektare.

Dijelaskan, produksi beras tahun kemarin 173.000 ton dan target tahun ini meningkat 20.000 yakni menjadi 193.000 ton. Pihaknya optimistis target tersebut terpenuhi.

Sejak Januari hingga Juni 2007, produksi beras di kabupaten ini mencapai 90.982 ton.

''Kami optimistis karena dengan sosialisasi mengenai pupuk berimbang, perbaikan irigasi, penggunaan benih berlabel, diharapkan produksi beras meningkat,'' ungkapnya. Sunu juga berharap penanganan sebelum dan sesudah panen dilakukan secara baik, misalnya, merontokkan padi dengan Power Threser (alat perontok padi) bukan secara manual yaitu batang padi dipukul-pukulkan pada tanah.

Hujan Buatan

Terkait dengan kondisi musim seperti ini pihaknya meminta petani untuk tidak berspekulasi lagi menanam padi, apalagi di sawah tadah hujan yang jauh dari sumber air. Dengan adanya spekulasi petani mengalami kegagalan panen seperti di Desa Kawengen.

''Justru di Bancak dan Bringin (yang kesulitan air) tidak mengalami gagal panen karena mereka tidak spekulasi tanam padi saat menghadapi kemarau. Petani di dua kecamatan ini terakhir panen Juni lalu,'' ungkapnya.

Kasus di Kawengen dan sekitarnya, petani menanam padi pada Maret dan Mei. Untuk tanaman padi mulai Mei mengalami gagal panen karena sudah memasuki musim kering.

''Saya anjurkan petani di musim ini untuk menanam palawija saja malah lebih bagus,'' jelas Sunu. Pihaknya, juga mendapat laporan di Pringapus tepatnya di Desa Penawangan, Jatirunggo, dan Wonoyoso, ada sebagian tanaman padi puso karena petani kurang bisa memprediksi musim. Jumlah padi yang puso, kata dia, mash diinventarisasi petugas.

Upaya Distanbunhut untuk membantu petani yang gagal panen adalah dengan mencarikan pompa pinjaman. Itu pun untuk padi yang masih sekiranya bisa diselamatkan.

''Pemkab juga akan memberi bantuan benih bagi mereka yang gagal panen,'' katanya. Untuk membuat hujan buatan Pemkab tidak ada anggaran. (H14-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA