| Rabu, 25 Juli 2007 | SEMARANG |
Awal Agustus Mulai Ditempati
SEMARANG- Pembangunan shelter PKL di sepanjang Jalan Batan Miroto, Pekunden, Semarang Tengah, hingga kemarin baru mencapai 75 persen. Rencananya, awal Agustus mendatang bangunan yang diperuntukan para PKL Batan Miroto dan relokasi PKL Pandanaran tersebut siap untuk ditempati. Kepala Dinas Pasar Kota, Tommy Y Said mengatakan, hingga kemarin pekerjaan terus dilakukan. Menurutnya, agar tidak mengganggu pekerja, para PKL tetap diizinkan berjualan, tetapi tidak berada di dalam shelter yang sedang dibangun. "Untuk sementara ini, PKL kami minta berjualan di depan shelter. Awal Agustus bangunan siap digunakan oleh pedagang," katanya, Selasa (24/7). Dijelaskannya, bangunan sepanjang 350 meter itu, rencananya akan ditempati sekitar 140 pedagang. Sisi selatan Jalan Batan Miroto dipakai untuk menampung PKL di tempat tersebut dan PKL pindahan dari Jalan Pandanaran. "Untuk menempati lahan baru termasuk fasilitas tenda, pedagang tidak dipungut biaya. Seperti tendanisasi yang kami lakukan pada PKL di Simpanglima." Dikatakannya, shelter sengaja dibuat semi permanen agar bila suatu ketika perlu dibongkar tidak menyulitkan petugas. "Mengenai waktu pergantian pedagang yang berjualan, kami akan melihat situasi di lapangan," ujar Tommy. Pembagian tempat dasaran itu, sengaja dibuat berbeda. Pemilik warung makan diberi petak ukuran 2,5 X 3 meter dan kios jok 1,8 x 2 meter. "Hal itu karena warung makan biasanya membutuhkan banyak perlengkapan seperti meja yang panjang dan sejumlah kursi," tutur dia. Dari pantauan di lapangan, sejumlah pekerja terus memperbaiki shelter tersebut. Mereka ada yang membersihkan trotoar dari daun-daun yang kering yang rontok supaya jika hujan aliran air bisa lancar. Sedangkan pekerja lainnya mengecat tiang shelter. Diantara satu tenda shelter dengan lainnya terdapat pot-pot mengelilingi pohon-pohon pelindung, dan tembok sepanjang saluran Pekunden, yang menyatu dengan saluran Kampung Kali. (H36-56) |