logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 KEDU & DIY
Line

Cuci Tangan secara Benar Cegah Diare

  • Oleh Agung PW

CUCI TANGAN, persoalan sepele namun ternyata sangat penting bagi kesehatan. Awal mula masuknya berbagai penyakit bisa berasal dari tangan kotor. Karena itu, 600 siswa Sekolah Dasar (SD) dari lima kabupaten di DIY mengampanyekan cuci tangan dengan sabun agar terhindar dari bermacam-macam penyakit.

Akhir pekan lalu, mereka berkumpul di Stadion Mandala Krida memperlihatkan cara mencuci tangan yang benar dan bersih. Acara berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang. Selain melibatkan para siswa SD juga masyarakat sekitar.

''Saat ini tingkat kematian bayi dan balita cukup tinggi, salah satu penyebabnya adalah diare. Mencuci tangan dengan sabun merupakan cara mudah dan efektif mencegah diare dan penyakit menular lain seperti flu burung,'' papar Kepala Dinas Kesehatan DIY dokter Bondan Agus Suryanto SE MA di sela-sela kegiatan tersebut.

Menurutnya, cuci tangan memakai sabun dapat melepaskan kuman penyebab infeksi dengan murah dan mudah. Sudah banyak yang membuktikan hal itu sangat efektif mencegah penyakit dengan catatan dilakukan secara benar.

Turunkan Risiko

Dr Leo Indarwahono dari PT Unilever selaku salah satu penyelenggara acara tersebut menambahkan, selama dua tahun ini sudah berjalan program promosi kesehatan terpadu atau integrated health promotion. Hasilnya, 3.000 kader kesehatan tersebar di mana-mana untuk mengampanyekan pola hidup sehat.

''Dalam berbagai penelitian menyebutkan, cuci tangan menurunkan risiko diare sampai 45%. Upaya ini menjadi hal penting dalam pemutusan mata rantai kuman dari kotoran ke mulut. Bahkan juga mengurangi jumlah penderita penyakit pernapasan yang penderitanya 50% adalah anak-anak,'' tegasnya.

Melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), aksi di Yogyakarta tersebut untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010 sebagai salah satu program pembangunan manusia.

Pelibatan anak-anak SD karena sekolah memiliki peranan penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. ''Peningkatan kondisi kesehatan siswa diharapkan dapat membawa dampak positif bagi usaha penuntasan pendidikan dasar,'' ujar Baskara Aji, kepala Bidang Bina Program Dinas Pendidikan DIY.

Kampanye yang diikuti 600 peserta itu hanya mencakup 0,2% dari sasaran sosialisasi. Rencananya, aksi cuci tangan pakai sabun juga akan diluncurkan bagi siswa TK dan SLTP. Harapannya, seluruh siswa TK, SD, dan SMP terlibat dalam aksi serupa di tahun depan. (70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA