logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 KEDU & DIY
Line

196 Warga Keracunan, 25 Masih Dirawat

  • Usai Pesta Pernikahan

GUNUNGKIDUL - Sedikitnya 196 warga Kecamatan Playen, Gunungkidul, terpaksa dilarikan ke puskesmas terdekat setelah muntah-muntah dan mual-mual akibat keracunan seusai menghadiri pesta perkawinan di desa setempat.

Bahkan hingga Selasa (24/7), masih ada sebagian warga yang menjalani perawatan intensif.

Menurut Kepala Puskesmas I Playen dokter Rino Purwani, jumlah pasien yang mengalami keracunan 196 orang. Mereka dirawat di berbagai klinik, rumah sakit, dan puskesmas.

Dari jumlah itu, tambah dia, sampai saat ini ada 25 orang yang terpaksa masih menjalani rawat inap, termasuk 18 pasien yang dirawat di Puskesmas I Playen. ''Semoga dalam beberapa hari lagi mereka bisa segera pulang,'' katanya.

Menurut dia, para korban keracunan mengalami diare yang disertai muntah-muntah serta perut mual. Untuk memastikan peyebab keracunan, pihak puskesmas telah mengirimkan sampel makanan dan muntahan pasien untuk diperiksa di laboratorium.

Semua sampel tersebut langsung dibawa oleh tim survei Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Namun hingga kini, pihaknya belum mengetahui persis penyebab pasien keracunan.

Cicipi Makanan

Menurut pengakuan Parti (38), yang kemarin mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas I Playen, dia mengalami gejala keracunan sejak Sabtu (21/7) pagi, setelah sore hari sebelumnya (Jumat 20/7) menghadiri pesta perkawinan salah seorang tetangganya di Dusun Playen II, Kecamatan Playen.

Dalam kesempatan tersebut ibu tiga anak ini mengaku mencicipi beberapa makanan yang dihidangkan. Saat itu dia belum merasakan adanya tanda-tanda keracunan. Baru pagi harinya perutnya terasa mual-mual dengan dibarengi buang air besar.

Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan, maka dia langsung berobat ke puskesmas. Ternyata di puskesmas sudah dipadati pasien dengan sakit yang sama. Bahkan para pasien itu, tutur dia, kebanyakan mereka yang juga habis menghadiri pesta perkawinan.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Hj Badingah setelah mendengar peristiwa tersebut langsung menyempatkan diri menengok korban keracunan yang dirawat di puskesmas. ''Pemkab Gunungkidul menanggung biaya korban yang dirawat di puskesmas dan RSUD. Adapun korban yang dirawat di rumah sakit atau klinik swasta kita masih akan membicarakannya,'' tandasnya. (sgt-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA