logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 INTERNASIONAL
Line

Tokoh Talib Ledakkan Diri

ISLAMABAD - Seorang pemimpin Talib Pakistan meledakkan diri saat hendak ditangkap oleh pasukan kontraterorisme Pakistan di sebuah rumah dekat perbatasan Afghanistan, kemarin. Abdullah Mehsud (31), pemimpin Talib Pakistan, adalah tokoh militan yang pernah mendekam di tahanan Guantanamo selama dua tahun. Tak lama setelah dibebaskan dari Guantanamo pada Maret 2004, dia memimpin aksi penculikan terhadap dua teknisi China yang bekerja di Waziristan Selatan.

"Dia tewas di sebuah rumah di kawasan Zhob," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Pakistan Javed Iqbal Cheema.

Distrik Zhob terletak di Provinsi Baluchistan, yang selama ini dikenal sebagai basis militan. Rumah yang diserbu pasukan keamanan itu milik tokoh oposisi Fazal-ur-Rehman yang pro-Talib.

"Kami meminta mereka untuk menyerah. Namun mereka malah menembaki pasukan keamanan," kata Mira Jan, kepala Distrik Zhob. "Baku tembak berlangsung selama sekitar setengah jam. Kemudian kami mendengar ledakan bom dari dalam rumah."

Jan menegaskan, Mehsud meledakkan diri karena dia tidak mau ditangkap oleh aparat. Petugas menangkap empat militan dalam penyerbuan itu.

Orang Kedua

Mehsud merupakan orang kuat kedua di lingkaran komando kelompok Talib Pakistan. Dia kehilangan salah satu kakinya akibat ledakan ranjau yang terjadi beberapa hari sebelum Talib menguasai Kabul, Afghanistan, pada September 1996.

Para pengikut Mehsud terus melakukan perlawanan terhadap pasukan Amerika, NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dan tentara Afghan. Penyerbuan ke tempat persembunyian Mehsud itu merupakan bagian dari operasi keamanan Pakistan.

Militer Pakistan menyatakan telah menewaskan sedikitnya 54 militan sejak Sabtu malam lalu. Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat George W Bush menyatakan telah mendapat laporan intelijen bahwa Al-Qaedah menyusun kekuatan kembali di Pakistan.

Bush mengatakan Presiden Pakistan Pervez Musharraf telah menyadari bahwa pakta perdamaian dengan militan di Waziristan Utara September 1996 telah gagal dan kini saatnya dia bertindak tegas.

Di Bajaur, militan mengeksekusi dua serdadu yang mereka culik Senin lalu. Mayat kedua serdadu itu ditemukan terbungkus tas plastik di lapangan Khar. Bajaur merupakan salah satu dari tujuh daerah suku yang semi otonom di Pakistan timurlaut. (rtr-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA