| Rabu, 25 Juli 2007 | EKONOMI |
Sekilas EkonomiXL Masuk Pasar 3G JatengSEMARANG- Operator seluler, PT Excelcomindo Pratama (XL), memperlebar pasarnya dengan menguatkan layanan 3G di area Jateng-DIY. Meski operator lainnya sudah memasarkan fasilitas itu, pihaknya optimistis mampu mendongkrak jumlah pelanggan. Dji Yannes, Regional Sales Operation Manager XL Jateng-DIY, mengatakan pihaknya siap memasarkan program ini dengan membidik Semarang, Tegal, dan Pekalongan. Ia menargetkan mampu menggaet pelanggan 3G sebanyak 5% dari jumlah pelanggan XL saat ini yang mencapai 1,35 juta atau sekitar 60.000 pelanggan. ''Kami optimistis layanan 3G akan mendapat respon dari pelanggan lama maupun baru,'' katanya di Hotel Horison Semarang, Selasa (24/7). (H22-59 ) Sharp Gelar Roadshow SEMARANG- PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) memfokuskan produk-produk high-end dengan menggebrak lewat Aquos Experience Tour 2007. Gelaran roadshow di sejumlah kota itu menampilkan rangkaian lengkap TV LCD Aquos terbaru dalam berbagai ukuran layar dan desain. Maria Prihastarini, Manager Marketing Sharp Semarang, mengatakan raodshow digelar di enam kota besar, yaitu Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. Kegiatan ini membidik tempat-tempat modern channel, karena 70% dari total penjualan Aquos selama ini merupakan kontribusi dari modern channel. Diharapkan roadshow tahap pertama itu mampu mendongkrak penjualan produk di masa mendatang. (H22-59 ) Trayek Bus Dievaluasi JAKARTA-Departemen Perhubungan segera mengevaluasi trayek angkutan umum antarprovinsi. Rencana itu muncul setelah original destination survey (OD Survey) selesai. Hasil survei itu menunjukkan permintaan dan penawaran angkutan pada trayek-trayek secara nasional. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Iskandar Abubakar di Jakarta kemarin menjelaskan, evaluasi trayek itu untuk menyeimbangkan antara penawaran dan permintaan trayek.'' Akan kelihatan mana trayek yang kelebihan dan yang kekurangan,'' ujarnya. Nantinya, lanjut dia, pemberian izin akan dihentikan pada trayek yang sudah kelebihan moda (over). Sedangkan pada trayek yang masih kekurangan akan mendapat limpahan angkutan.'' Angkutan bisa dipindah dari yang kelebihan. Untuk tahap pertama, evaluasi trayek dilakukan dengan sistem komputerisasi. Pasti ada faktor error-nya,'' ucapnya.(bn-59) |