logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Juli 2007 EKONOMI
Line

Terseok-seok di Sektor Manufaktur

  • Ekonomi RI di Mata Lee Kuan Yew

JAKARTA-Sepuluh tahun setelah krisis, wajah perekonomian Indonesia sudah berubah. Bagaimana perekonomian Indonesia di mata mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew? Pastinya, menurut Lee yang kini menjabat sebagai Singapore Minister Mentor itu, perekonomian Indonesia sudah jauh lebih baik setelah didera krisis 10 tahun silam.

"Harga barang-barang komoditas di Indonesia sudah meningkat, seperti komoditi migas, makanan, apalagi komoditas kelapa sawit yang pada saat ini harganya di dunia internasional sedang tinggi," ujarnya.

Hal itu disampaikan Lee yang berkunjung ke Indonesia dalam acara Citibank Legacies of Leadership yang di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (24/7).

Jika disektor komoditas lebih baik, namun tidak di sektor manufaktur Indonesia. Menurut Lee, Indonesia masih terseok-seok di sektor manufaktur.

"Karena itu foreign direct investment (FDI) di sektor ini harus ditingkatkan, karena itulah yang dapat menggerakkan sektor manufaktur ini. Seperti di China, dimana dalam satu tahun FDI ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk 10 sampai 15 juta orang," jelasnya.

Akan tetapi untuk mengundang masuknya investasi di Indonesia, Lee mengatakan bahwa pemerintah harus membangun sarana infrastruktur yang baik. (dtc-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA