| Rabu, 25 Juli 2007 | EKONOMI |
Cilacap Memburu Investor (2-Habis)Merasa Nyaman, Investasi Terus Ditambah''BAGAIMANA cara mengatasi warga yang menolak kehadiran investor di desanya ?''Pertanyaan itu dilontarkan seorang perangkat desa dalam sosialisasi pelayanan satu pintu yang diselenggarakan Kantor Pelayanan dan Perizinan Investasi (KPPI) Cilacap, Senin lalu. Saat itu, Kepala KPPI Indar Yuli N pun langsung memberikan jawaban. ''Sebaiknya ditempuh solusi terbaik, jangan sampai menutup perusahaan itu,'' pinta Indar. Kantor KPPI Cilacap yang baru berumur satu tahun itu, kini memang sedang giat melakukan sosialisasi. Tidak cuma kepada para pengusaha atau calon investor, tetapi juga para perangkat desa. Tujuannya, perangkat desa sebagai ujung tombak berbagai kebijakan, harus memahami pelayanan satu pintu yang sedang digalakkan. Upaya itu merupakan bagian dari upaya untuk menarik investor ke Cilacap. Kabupaten itu memang sedang giat memburu investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Beberapa yang telah diikuti, seperti Pekan Raya Jakarta, pameran produk ekspor, dan melalui pasar lelang forward. Bahkan bersama Pertamina UP IV Cilacap, juga pernah melakukan pameran internasional Dubai Global di Timur Tengah. Hasilnya, selain mendatangkan investor baru, investor lama yang merasa nyaman juga mengembangkan usahanya. Seperti PLTU Karangkandri, setelah beroperasi dua tahun akan membangun unit baru sebagai perluasan dan peningkatan kapasitas dengan dana sebesar Rp 4 triliun. Faktor Keamanan Hal yang sama dirasakan Direktur PT Imcoin, Budi S yang mendirikan pabrik pengolahan sabut kelapa di Kecamatan Patimuan di ujung barat Jabupaten Cilacap. ''Saya hanya butuh waktu 40 hari untuk mengurus izin, dan pabrik langsung bisa melakukan kegiatan,'' ujarnya. Perusahaan lain yang memperoleh kenyamanan layanan KPPI adalah PT Pertamina, PT P2SP yang membangun PLTU dan sejumlah investor besar lainnya. Mereka merasakan tidak dipersulit dalam mengurus perizinan. Ada daya tarik lain bagi investor yang menanamkan modalnya di Cilacap. Meski kabupaten ini berada di pesisir, tetapi faktor keamanan dan kondisi sosial politik selalu terjaga dan kondusif. Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Suara Merdeka pekan lalu, Bupati Probo Yulastoro menyebut daerahnya masuk 10 besar teraman dari 426 kabupaten/kota yang ada di Indonesia. Jajaran legislatif maupun eksekutif selalu mendampingi serta memfasilitasi penyelesaian berbagai masalah kegiatan investasi. Masuknya investasi senilai Rp 42 triliun di Cilacap, pada periode 2007-2009 bisa menimbulkan dampak positif maupun negatif. Apalagi saat ini Cilacap tengah menghadapi Pemilu Bupati/Wakil Bupati yang akan digelar pada bulan September mendatang. (Didi Wahyu-59) |